0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dua Tersangka Ambruknya Ginder Becakayu Tidak Ditahan

Timlo.net — Penyidik Polres Metro Jakarta Timur tidak menahan dua tersangka dugaan kelalaian kerja yang menyebabkan tiang ginder Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) ambruk melukai tujuh orang pekerja.

“Kita tidak lakukan penahanan karena pertimbangan mereka (tersangka) melakukan pekerjaan karena bukan kesengajaan,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Yoyon Tony S di Jakarta, Selasa (27/2).

Penyidik Polres Metro Jakarta Timur telah menetapkan dua tersangka dugaan kelalaian kerja terkait ambruknya tiang ginder Tol Becakayu yakni Kepala Pelaksana Lapangan PT Waskita Karya berinisial AA dan Kepala Pengawas PT Virama Karya inisial AS.

Tony mengungkapkan penyidik juga menilai kedua tersangka tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulang perbuatan pidana yang sama. Tony menambahkan penyidik kepolisian juga memberikan batas toleransi kepada tersangka AA dan AS dalam rangka melakukan pengerjaan proyek Tol Becakayu.

Namun Tony memastikan kedua tersangka tetap akan menjalankan proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sejauh ini, Tony menyatakan, penyidik belum ada potensi menetapkan tersangka lain terkait musibah tiang ginder jatuh tersebut.

Penyidik menjerat tersangka AA dan AS melalui Pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Sebelumnya, tiang ginder Tol Becakayu ambruk yang menimpa tujuh pekerja mengalami luka pada Selasa (20/2) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB. Ketujuh korban terluka itu yakni Supri (47), Kirpan (37), Sarmin (46), Rusman (36), Joni Arisman (40), Agus (17) dan Saldi (41). Penyidik Polres Metro Jakarta Timur memeriksa sejumlah saksi termasuk pengawas dan manajer proyek, serta saksi ahli.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge