0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kementerian Pertahanan Minta LSM Hentikan Mencatut Nama Menhan

(sumber: www.kemhan.go.id)

Timlo.net – Provost Marshall dan LSM Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) diminta menghentikan kegiatan yang mencatut nama Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyebut, pihaknya tidak pernah melakukan kerjasama dengan dua organisasi itu.

“Kalau masih melakukan itu, akan kami tindak tegas,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom Publik) Kementerian Pertahanan RI, Brigadir Jenderal TNI Totok Sugiharto, ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa (27/2).

Kapuskom Publik Kemhan yang saat ini tengah umrah ke tanah suci, menegaskan bahwa kegiatan Provost Marshall tidak terkait dan tidak ada hubungannya dengan Kementerian Pertahanan.

Di media sosial Provost Marshall dan LSM LAI membuka rekrutmen dengan janji akan bertugas mengawal Menhan dan mengawal misi PBB di seluruh indonesia. Mereka pun mengaku sudah dapat ijin dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Menurut Totok, Direktorat Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, tidak pernah mengadakan kerja sama dengan Provost Marshall, termasuk dengan LSM LAI.

Kementerian Pertahanan juga tidak pernah membuat MOU sebagaimana diklaim Provost Marshall dengan surat Nomor B/1732/IX/2017 tanggal 29 September 2017 tentang Dukungan dan Partisipasi Bela Negara.

“Kementerian Pertahanan sudah melakukan penyelidikan di lapangan, ternyata surat yang diakui Provost Marshall palsu,” kata Jenderal bintang satu ini.

Kapuskom Publik Kemhan mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan mewaspadai setiap informasi dan kegiatan yang berkaitan dengan Provost Marshall dan LSM LAI.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge