0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Teknisi Software Wanita Tuntut Google Untuk Pelecehan Seksual

Loretta Lee. (nextshark.com )

Timlo.net—Seorang teknisi software wanita yang sebelumnya bekerja pada Google menuntut perusahaan. Dalam tuntutannya itu, dia menyalahkan Google karena menciptakan “bro culture” di mana dia ditampar, diraba dan dilecehkan secara seksual oleh rekan kerjanya.

Google memecat sang teknisi bernama Loretta Lee itu pada Februari 2016. Loretta sudah bekerja selama delapan tahun. Alasan pemecatan menurut Google adalah karena kinerja yang buruk. Tuntutan hukum dilayangkan wanita itu ke the Santa Clara County Superior Court. Dalam tuntutan tertulis, “Budaya bro Google berkontribusi dalam penderitaan Lee karena pelecehan seksual dan diskriminasi gender yang kerap dia alami, di mana Google gagal melakukan aksi korektif.”

“Bro culture” mengacu pada perilaku macho secara umum. Tapi juga mengacu pada hal-hal buruk yang dilakukan para pria seperti mabuk-mabukan, seksisme, budaya perkosaan dan elemen lainnya.

Loretta menuduh beberapa rekan kerja pria melecehkannya dengan komentar kotor, terus menerus memandangi tubuhnya. Juga melemparinya dengan bola dan anak panah Nerf hampir setiap hari. Mereka juga dituduh menaruh whiski dalam minumannya juga, tulis Nextshark.

Loretta juga menjelaskan beberapa perilaku lain rekan kerja pria yang mengganggunya. Misalnya memeluk tanpa izin. Menawarkan memperbaiki apartemennya dan menolak untuk pergi saat diminta. Dia juga pernah ditampar oleh rekan kerja pria yang mabuk tanpa alasan yang jelas selama sebuah pesta.

Seorang rekan kerja pria menggenggam tali kartu ID untuk melihat namanya. Lalu menyentuh dada Loretta dengan tangannya. Dia melaporkan kejadian itu pada atasannya dan departemen sumber daya manusia. Loretta diminta membuat laporan resmi. Akan tetapi dia menolaknya karena takut dikucilkan.

Setelah diejek sebagai pegawai yang sulit bekerja sama, Loretta akhirnya melaporkan kejadian itu. Tapi divisi sumber daya manusia beranggapan tuduhannya tidak berdasar. Para rekan kerjanya mulai tidak menyukai perilakunya. Oleh karena itu dia dinilai berkinerja buruk.

Seorang juru bicara Google menanggapi tuntutan hukum ini kepada Daily Mail, “Kami memiliki kebijakan kuat terkait pelecehan di tempat kerja dan mengulas setiap keluhan yang kami terima. Kami mengambil tindakan saat kami menemukan pelanggaran, termasuk pemecatan.”

Loretta meminta ganti rugi hingga $25 ribu untuk kegagalan perusahaan itu mencegah pelecehan seksual, diskriminasi gender, diskriminasi disabilitas, pemecatan yang salah dan perlawanan.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge