0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polisi Kumpulkan Bukti Pelaku Perusakan Properti PT RUM

Kapolda Jateng dan jajaran bersama bupati dan pimpinan PT RUM berdiskusi di Mapolres Sukoharjo (foto: Putra Kurniawan)

Sukoharjo – Aksi blokade massa di depan PT Rayon Utama Makmur (RUM) Jumat (23/2) yang berujung ricuh berbuntut panjang. Polisi akan mengusut perusakan sejumlah properti pabrik serat rayon tersebut dan mengungkap siapa pelaku atau dalang di balik aksi perusakan.

“Sekarang saya dan Kapolres sedang melakukan evaluasi dan olah TKP dan mengmpulkan bukti-bukti dalam kasus perusakan kemarin. Yang jelas sudah ada perusakan dan secepatnya akan kita ungkap, ini masih anev (analisis dan evaluasi), penyidik juga sudah ke sana bersama olah TKP,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, Sabtu (24/2).

Saat ini lokasi yang menjadi pelampiasan kemarahan warga karena terdampak limbah bau dari PT RUM sudah dipasang garis polisi. Sabtu pagi sejumlah petugas dari Inafis Polres Sukoharjo sudah melakukan olah TKP dan mengmpulkan sejumlah bukti-bukti untuk pengembangan kasus perusakan properti PT RUM.

Sejauh ini penyidik dari Polres Sukoharjo masih dalam tahap mengmpulkan bukti-bukti, dan belum ada saksi yang dipanggil ataupun dimintai keterangan. Selain mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian, petugas juga mendalami foto dan rekaman video saat terjadi aksi unjuk rasa yang berujung perusakan Jumat (23/2) kemarin di depan PT RUM, Desa Plesan, kecamatan Nguter.

“Kita juga menemukan adanya kaca yang mengalami retak dan berlubang, sementara dugaannya pakai airsoft gun. Namun untuk memastikan, kita sedang lakukan uji lab dan mengumpulkan data Inafis untuk memastikan apakah dari unit air soft gun atau bukan,” tandas Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi.

Diberitakan sebelumnya, warga bersama mahasiswa melakukan aksi blokade pintu masuk PT RUM sejak Kamis siang (22/2) hingga Jumat (23/2) petang. Aksi berujung ricuh dan massa yang emosi melampiaskan dengan merusak dan membakar pos satpam dan sejumlah properti milik PT RUM.

Warga menilai, perusahaan produsen serat rayon tersebut telah beberapa kali ingkar janji untuk melakukan perbaikan dan menghentikan produksi selama bau busuk belum bisa hilang. Kekecewaan warga memuncak dengan melakukan aksi unjuk rasa ke Pemkab Sukoharjo dan PT RUM menuntut penutupan permanen aktivitas pabrik.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge