0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Petani Jual Hasil Panen Lewat Online

Pemberangkatan pengiriman jagung petani Desa Jambeyan ke Banyuwangi, hasil dari e-commerce “Eragano" oleh Sekda Jateng Sri Puryono. (foto: Agung Widodo)

Sragen – Petani komoditas jagung di Sragen sudah selangkah lebih maju. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan PT Eragano Agritech Indonesia memperkenalkan sistem berbasis Android bagi petani untuk memasarkan hasil pertanian mereka.

Melalui aplikasi yang diberi label e-commerce “Eragano” diyakini bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kita lihat kerjasama dengan Eragano ini mempunyai prospek yang bagus. Mulai permodalan dan pasar, mereka akan memberikan pendampingan dan jaminan petani. Jadi ada kepastian harga,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono.

Usai melaunching Petani Sragen Go Online bertema Petani Sejahtera Melalui Sinergi Kartu Tani dan Petani Go Online Bersama Eragano, di Dukuh Bayanan, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Jumat (23/2), Sri Puryono menyampaikan, Pemprov Jateng hanya memediasi antara Eragano dengan Pemkab dan juga petani.

Melalui Eragano ini pihaknya memastikan bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Sri Puryono memberikan contoh, harga jagung di pasaran dijual Rp 2.900 per kilogram, namun Eragano berani membeli dengan Rp 3.350 per kilogram.

Sri Puryono yang juga asli dari Desa Gawan, Kecamatan Tanon tersebut menyatakan sudah waktunya petani di Jateng melek teknologi.

“Nanti juga akan ada pendampingan oleh teman-teman. Jadi para petani saya minta harus mau belajar di tengah semakin majunya teknologi,” jelasnya.

CEO PT Eragano Agritech Indonesia, Stephanie Jesselyn menjelaskan, melalui Eragano, petani maupun konsumen bisa memeroleh transparansi harga komoditas dan kondisi lahan pertanian karena adanya geo-tagging.

Selain Kabupaten Sragen, pihaknya juga telah menggandeng Grobogan dan Banyumas. Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga mengirimkan 2,5 ton jagung, hasil panen mekalui e-commerce Eragano petani di Desa Jambeyan ke Banyuwangi, Jawa Timur.

“Kami harap ini awal implementasi yang dapat meningkatkan pendapatan petani,” terangnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge