0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kisah Kajati Jateng yang “Ngiri” Baksos Digelar di Wonogiri

Jaksa Agung HM Prasetyo saat mengunjungi pasien operasi katarak di aula Kejari Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Pelaksanaan bakti sosial (Baksos) kesehatan Kejaksaan Agung di Wonogiri ternyata ada kisah lucu dibaliknya. Dimana Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng merasa “ngiri” lantaran Baksos tersebut digelar di Wonogiri. Namun, ketika rasa  itu diungkapkan di muka umum, seketika Jaksa Agung HM Prasetyo dan hadirin tertawa terpingkal-pingkal.

“Jauh sebelum Baksos ini dimulai, waktu itu malam-malam saya ditelpon Pak Jaksa Agung. Saya diberi tahu kalau akhir Februari akan digelar Baksos kesehatan di Jawa Tengah. Tugas saya hanya mencari pasien sebanyak-banyaknya,” tutur Kajati Jateng Sadiman, di sela-sela Baksos operasi katarak di Aula Kejari Wonogiri, Sabtu (24/2).

Selain diberi tugas mencari pasien sebanyak-banyaknya, kata Sadiman, di sela telepon itu juga Jaksa Agung memberikan kabar bahwa alat serta tim medis semua dari Jakarta. Akan tetapi, yang membuat bertanya-tanya di hati kecil Kajati Jateng ini adalah lokasi Baksos telah dipilih yakni di Wonogiri.

“Soal alat dan tim medis alhamdulilah sudah dari Jakarta. Tapi yang ini soal lokasinya kok di Wonogiri, padahal kan asli Sukoharjo,” kilahnya.

Sementara itu, Jaksa Agung HM Prasetyo dalam pidatonya menimpali pernyataan Kajati Jateng sebelumnya. Sambil tertawa, Jaksa Agung menirukan saat dirinya memerintahkan Kajati Jateng mencari peserta Baksos.

“Man, kata saya, karena saya ingin tidak ada jarak antara pimpinan dan bawahan maka saya sebut nama akhirannya saja. Dan pasti itu perintah yang membuat Kajati Jateng ini bertanya-tanya dan juga “ngiri”, orang Kajatinya asli Sukoharjo kok Baksosnya di Wonogiri,” kata Jaksa Agung.

Sontak perkataan Jaksa Agung tersebut membuat Kajati terkekeh diiringi gelak tawa hadirin yang memenuhi halaman Kejari Wonogiri tersebut. Bahkan Jaksa Agung sendiri turut tertawa lebar.

“Alasan saya memilih Wonogiri itu tak jawab sekarang ya Man, itu wangsit (petunjuk),” ujarnya.

HM Prasetyo juga menyebut jika Kajati Jateng Sadiman pernah berdinas di Wonogiri (1998-2000). Menurut dia, namanya sudah tak asing lagi di Wonogiri sehingga dapat memudahkan koordinasi dengan Pemkab Wonogiri dalam persiapan Baksos yang digelar saban tahun itu.

“Pada intinya, Wonogiri ini konon katanya masih berada pada zona kemiskinan, dan itulah kenapa kita memilih Wonogiri menjadi lokasi Baksos. Namun hal lain kami juga berharap dengan kegiatan ini untuk dapat menyemangati instansi lain untuk berbuat baik,” paparnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge