0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Korban KDRT Tak Hanya Butuh Mediasi, Tapi Pemulihan Ekonomi

Sekda Karanganyar, Samsi (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Pemkab Karanganyar mengusulkan program pendampingan wirausaha mandiri bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Pada ranah penyelesaian, perlu dipikirkan keberlanjutan keluarga itu dengan mencari akar persoalan. Yakni memberikan santunan dan modal usaha. Sebab, kebanyakan kasus ini muncul dari ekonomi lemah,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Agus Heri Bindarto kepada Timlo.net, Kamis (22/2).

Usulan itu disampaikan melalui reses anggota DPR RI komisi VIII, Rabu (21/2) kemarin. Saat itu, ia menginformasikan 40 kasus KDRT tahun 2016 dan 27 kasus ditangani di 2017. Seluruhnya terselesaikan di tataran mediasi. Namun, tak banyak kasus didampingi sampai korbannya mandiri.

“Hanya tiga sampai empat kasus dari seluruh yang kami tangani, didampingi sampai mandiri. Ada yang diberi modal usaha dan ada yang disekolahkan sampai lulus. Kalau enggak demikian, khawatirnya korban KDRT tetap terpuruk dan mengulangi atau menerima perilaku buruk,” katanya.

Sekda Karanganyar, Samsi mengatakan 257.524 jiwa dari total 896.991 jiwa penduduk Karanganyar adalah anak-anak. Sedangkan separuh dari total penduduk adalah perempuan.

“Anak merupakan generasi penerus bangsa. Maka kita berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi mereka. Jangan sampai mereka terkena kekerasan,” katanya Samsi.

Dikatakan, butuh kesadaran semua kalangan agar kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan berkurang. Terpenting, orang tua harus bisa melindungi, mendidik dan mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan, dan dilingkungan tempat tinggal.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge