0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

UGM-MCRI Melbourne Kembangkan Vaksin Baru

ilustrasi (sumber: Pixabay)

Timlo.net – Ilmuwan dari Murdoch Children’s Research Institute (MCRI) Melbourne dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan vaksin rotavirus jenis baru RV3-BB. Vaksin tersebut untuk memberi perlindungan dari penyebab umum diare pada bayi dan anak akibat rotavirus.

Pemimpin regional di bidang riset gastroenterologi pediatrik dan rotavirus di Indonesia Profesor Yati Soenarto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, menyatakan vaksin rotavirus yang telah beredar saat ini hanya dapat diberikan untuk bayi berusia lebih dari enam minggu.

Akibatnya, bayi-bayi baru lahir masih rentan terhadap infeksi rotavirus, sementara vaksin jenis baru itu dapat diberikan kepada semua bayi sesaat setelah lahir.

“Dengan memulai vaksinasi sejak kelahiran, kita bisa memberikan perlindungan pada bayi-bayi dari penyakit yang disebabkan oleh rotavirus. Paling tidak sejak mulai usia tiga bulan,” kata Yati Soenarto, Jumat (23/2).

Vaksin RV3-BB telah diuji klinis yang melibatkan sebanyak 1.649 bayi pada lima hari pertama usianya hingga usia 18 bulan dalam tiga dosis tunggal di 25 pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit di Klaten, Jawa Tengah dan Sleman, Yogyakarta.

Berdasarkan hasil uji klinis itu, setelah pemberian tiga dosis RV3-BB dari sejak lahir, 94 persen bayi-bayi yang baru lahir terlindungi dari gastroenteritis rotavirus hingga satu tahun pertama. Tiga perempat dari bayi-bayi terlindungi hingga usia 18 bulan.

Uji klinik itu merupakan fase akhir dan pencapaian dari penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 1990-an di Australia. Penelitian fase pertama dilakukan di Meulbourne dan Selandia Baru dan sukses dalam mengetahui bagaimana sistem imun merespon vaksin dan kemampuan dalam melindungi diare berat pada bayi.

Selanjutnya, penelitian dilakukan di Indonesia sejak 2013 hingga 2016 untuk mengetahui efektivitas vaksin dalam menurunkan gastroenteritis rotavirus pada bayi.

Vaksin itu direncanakan diproduksi secara massal pada 2020 dengan pengembangan dan produksi vaksin bekerja sama dengan PT Bio Farma.

Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia di Indonesia Allaster Cox mengatakan keberhasilan pengembangan vaksin RV3-BB merupakan prestasi nyata dari sains dan kesehatan global.

“Ini merupakan hal yang paling baru dari kerja sama panjang yang berhasil antara lembaga-lembaga Australia dan Indonesia,” ucap dia.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge