0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Anak Jutawan Sewa Pembunuh Bayaran, Orang Tua Pura-Pura Mati

Rumah orang tua si anak durhaka. (metro.co.uk)

Timlo.net—Pria berusia 22 tahun berencana membunuh ibu, ayah dan adik perempuannya yang berusia 10 tahun di Sochi, Rusia. Dia ingin mewarisi kekayaan orang tuanya.

Sayangnya para detektif berhasil mencium gelagat pria itu. Mereka pun sengaja menjebak pria itu hingga yakin jika keluarganya terbunuh. Pria yang tidak disebutkan namanya itu menyewa seorang pembunuh bayaran, tulis Metro.co.uk, Jumat (23/2).

Dia menjelaskan secara detil bagaimana dan di mana keluarganya harus dibunuh. Dia bahkan memberikan sketsa rumah, dan memberitahu sang pembunuh di mana kamera keamanan dipasang. Juga bagaimana menghindari anjing penjaga.

Tapi sang pembunuh bayaran itu sebenarnya adalah polisi yang menyamar. Orang tuanya yang mengetahui rencana putera mereka, merasa patah hati. Tapi mereka memutuskan untuk mengikuti rencana polisi dengan berpura-pura mati. Skenario itu dilengkapi dengan darah palsu karena luka pisau.

Sang pembunuh lalu mengatur pertemuan dengan pria itu di dalam sebuah mobil Mercedes. Dia menunjukkan foto-foto mayat kedua orang tua kepada pria itu. Setelah melihat bukti itu, sang putera merasa gembira dan membayar uang yang dijanjikan.

Bukannya menerima warisan seperti yang dibayangkan, pria itu malah ditahan polisi. Dia segera mengaku, ujar polisi di wilayah Krasnodar. Rupanya sang anak durhaka ini sudah berencana membunuh orang tuanya dua kali.

“Dia ingin membunuh orang tuanya karena mereka tidak memberinya uang,” ujar seorang sumber di kepolisian.

“Sebelum mencari seorang pembunuh dia mencoba mencari informasi dari kerabatnya dua kali. Dia mencari informasi di internet bagaimana melakukan pembunuhan. Si kriminal itu ingin menaruh pil dalam teko untuk meracuni orang tuanya tapi sang ayah merasa curiga. Lalu sang putera merencanakan untuk merusak termometer dalam mobil orang tuanya supaya mereka keracunan asap merkuri. Tapi dia tidak berani melakukannya,” tambah sumber itu.

Dalam interogasi, pria itu mengaku, “Saya sudah merencanakannya selama beberapa bulan. Saya muak dengan mereka, mereka tidak memahami saya, jadi saya menemukan seorang pembunuh bayaran.”

Orang tuanya tidak menyangka jika putera mereka tega melakukan hal ini. Sang ayah memiliki sebuah institusi pendidikan besar di Sochi. Keluarga itu punya rumah yang besar dan mobil juga tabungan. Jika terbukti bersalah, sang anak akan dihukum penjara 15 tahun untuk perencanaan pembunuhan.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge