0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Anjing Pelacak Dikerahkan Bantu Evakuasi Korban Longsor

ilustrasi (sumber: pxhere.com)

Timlo.net – Polisi menurunkan dua anjing pelacak ke lokasi tanah longsor di Desa Pasir Panjang, Kabupaten Brebes. Pencarian sejumlah korban yang tertimbun longsor masih dilakukan hingga Jumat (23/2) ini.

“Untuk melanjutkan pencarian korban, dilakukan dengan menerjunkan dua anjing pelacak,” kata Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto di lokasi bencana.

Tanah longsor terjadi di hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem Petak 26 RPH Babakan pada Kamis (22/2) pukul 08.00 WIB. Bencana itu menimpa sejumlah warga yang sedang mengolah lahan pertanian di dekat kawasan hutan tersebut.

Hingga Jumat pagi, tercatat korban meninggal dunia dalam kejadian itu, yaitu Karsini (56), Casto (48), Wati (86), Rademi (50), Kiswan (42), dan Caski (50). Sebanyak empat korban selamat masih dirawat di Puskesmas Bentar, yaitu Turtik (38), Minarto (57), Watirah (50), dan Mulyono (56).

Para korban adalah warga Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Berdasarkan informasi, 16 korban masih dalam pencarian, sedangkan 14 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.

Ia mengharapkan melalui anjing pelacak itu bisa ditemukan posisi korban yang diduga masih tertimbun material tanah di lokasi bencana sehingga bisa ditindaklanjuti oleh tim gabungan.

Situasi di lokasi bencana hingga sekitar pukul 09.30 WIB nampak cerah, sedangkan tim gabungan antara lain 32 personel Basarnas Semarang, 17 personel Basarnas Bandung, para personel dari TNI, Polri, Tim SAR Brebes, BPBD Brebes, relawan, dan warga setempat, telah diperintahkan berhati-hati dalam melakukan pencarian korban karena lokasinya masih rawan bencana susulan, meskipun Jumat pagi cukup cerah.

“Semoga hari ini (23/2), kondisi di wilayah Desa Pasir Panjang cerah sehingga pencarian bisa dilakukan secepatnya,” ujar Kepala Basarnas Semarang Noor Isrodin.

Pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun material longsor dilakukan secara manual. Alat berat belum bisa menjangkau lokasi bencana di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes karena beberapa ruas jalan menunju lokasi juga terkena longsor dan mengalami retakan tanah.

Diperkirakan curah hujan di daerah setempat masih relatif tinggi, meskipun pada Jumat pagi terlihat cerah.

Ia menyebut material tanah yang menimbun areal pertanian masih rawan longsor susulan karena setiap saat masih terjadi tanah bergerak.

Fokus pencarian oleh tim gabungan dan warga setempat, ujarnya, di empat titik. Akan tetapi, apabila di empat titik tersebut tidak ditemukan korban, selanjutnya tim mengalihkan pencarian di titik lain, seperti di Sungai Pangurudan yang aliran airnya berhulu di Bukit Pangurudan, di desa setempat.

Hingga sekitar pukul 10.00 WIB, kondisi air sungai tersebut berwarna cokelat atau keruh sebagai dampak lumpur. Sebagian anggota tim melakukan pencarian korban di aliran sungai. Sebagian badan sungai terkena material tanah longsor.

Warga setempat juga menyingkirkan berbagai pepohonan yang tumbang dan terbawa longsor hingga sungai tersebut.

Berdasarkan keterangan warga, pada Kamis (22/2) sekitar pukul 18.00-21.00 WIB, terjadi banjir bandang melalui sungai tersebut.

Sebanyak enam rumah warga di dekat sungai rusak, meliputi empat rumah rusak berat dan dua lainnya rata dengan tanah. Penghuni rumah mengungsi ke tempat yang aman. Selain itu, lahan pertanian di sekitar aliran sungai itu terkena material yang terbawa banjir bandang.

Seorang warga yang tinggal di pinggir sungai itu, Carkini (33), didampingi suaminya, Rudiyanto (40), mengaku telah mengungsi ke tempat aman saat banjir bandang.

“Setelah luapan air sungai makin tinggi, kami mengungsi ke rumah saudara. Sebenarnya kami sudah ketakutan saat turun hujan deras” katanya. Areal sawahnya di dekat sungai itu juga terempas material longsor.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge