0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cara Bijaksana Untuk Menanggapi Curhatan Orang Lain

Mendengarkan curhatan teman. (earnenglishteens.britishcouncil.org)

Timlo.net—Bagaimana jika ada teman kalian yang mencurahkan hati (curhat) soal persoalan mereka? Apa yang harus kalian lakukan? Layanan kesehatan mental online untuk anak muda, ReachOut.com membagikan beberapa tips:

Biarkan mereka bicara

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memberikan kesempatan untuk teman kalian mencurahkan isi hati dan pikiran mereka. Kadang-kadang kalian pernah mengalami pengalaman yang serupa. Dan kalian tergoda untuk memberikan nasehat atau mengomentari persoalan yang diutarakan teman itu. Tapi jangan lakukan itu. Berikan kesempatan bagi teman kalian untuk curhat hingga selesai.

Bahasa tubuh

Bahasa tubuh yang kita tunjukkan bisa membuat orang merasa nyaman atau tidak nyaman untuk bercerita. Cobalah menjaga kontak mata dengan orang yang kalian ajak bicara. Jaga posisi tubuh kalian tetap santai.

Gunakan pertanyaan terbuka

Gunakan pertanyaan yang menolong teman itu untuk lebih terbuka. Pertanyaan seperti ini dimulai dengan kata “bagaimana” dan “apa”. Contohnya “Bagaimana perasaanmu tentang..?” Atau “Apa yang kamu rasakan..?”

Tujuan pertanyaan ini menolong mereka mengungkapkan apa yang mengganggu mereka. Terutama jika mereka merasa kesulitan bercerita karena kewalahan dengan emosi mereka.

Validasi perasaan mereka

Menvalidasi berarti mengakui perasaan atau pikiran seseorang. Jika seorang teman kesulitan curhat, kalian bisa menvalidasi hal ini. Misalnya, “Kedengarannya memang kamu kesulitan menjelaskan persoalanmu.” Atau, “Terima kasih lho kamu mau terbuka soal persoalanmu.”

Ulang kembali apa yang mereka katakan

Saat orang bicara dengan kalian, kadang-kadang kalian perlu mengulang atau menyimpulkan apa yang mereka katakan. Hal ini berguna untuk memperjelas cerita mereka. Cobalah ucapkan kepada teman itu kesimpulan cerita mereka yang sudah kalian dengarkan.

Berikan masukan

Setelah mereka selesai bicara, cobalah berikan masukan. Biarkan mereka tahu apa yang kalian pikirkan soal apa yang mereka katakan. Cobalah memberikan masukan yang relevan.

Jangan menghakimi

Saat kalian memberi masukan, cobalah bersikap suportif. Jadilah orang yang berpikiran terbuka dan bila bisa, carilah solusi bersama. Jangan bersikap menghakimi.

Jangan lakukan hal ini

Ada beberapa tindakan atau perkataan yang sebaiknya kita tidak lakukan saat meresponi cerita teman kita.

Bertanya kenapa. Jika kalian terlalu sering bertanya kenapa. Teman itu akan bersikap defensif karena mungkin merasa dipojokkan atau disalahkan.

Berkata, “jangan terlalu dipikirkan”, “jangan terlalu dikuatirkan” dan kalimat sejenisnya. Dia bisa beranggapan kalian mengecilkan persoalannya atau tidak peduli. Jika dia kuatir tentang sebuah masalah, cobalah pahami perasaan mereka. Tawarkan sudut pandang berbeda dengan perlahan-lahan.

Jangan menasehati. Masukan dan nasehat bisa menjadi dua hal berbeda. Jika kalian menasehatinya, kalian menempatkan diri dalam posisi lebih tinggi. Seandainya kalian pernah mengalami masalah yang sama, cobalah berikan masukan atau solusi berdasarkan pengalaman kalian. Tapi ingat, masing-masing orang itu berbeda. Jangan memaksakan opini atau masukan kalian sebagai satu-satunya jalan keluar. Mereka juga tidak harus sependapat dengan kalian.

Jangan potong pembicaraan. Ingatlah, penting untuk membiarkan teman kalian bicara hingga merasa lega. Kadang-kadang yang mereka perlukan hanyalah seseorang yang bersedia mendengarkan.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge