0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

1,8 Juta Siswa di India Dilarang Pakai Sepatu dan Kaos Kaki Saat Ujian

Para orang tua memanjat dinding sekolah untuk menolong anak mereka curang saat ujian di India. (thesun.co.uk)

Timlo.net—Beberapa hari ini para siswa berusia 15 tahun di India menjalani ujian sekolah. Mereka dilarang memakai sepatu dan kaos kaki selama ujian berlangsung. Aturan aneh ini diberlakukan di Bihar, negara bagian di India. Tujuannya untuk mencegah para siswa curang saat ujian.

Lebih dari 1,8 juta siswa kelas 10 di India hanya memakai sandal selama ujian akhir tahun, tulis BBC. Selain itu setiap 25 siswa akan diawasi seorang pengawas. Selain itu, ruang ujian akan dilengkapi kamera pengawas untuk mencegah kecurangan.

Kepala panitia ujian wilayah itu, Anand Kishor berkata kepada surat kabar The Hindu, “Panitia memutuskan jika para peserta ujian yang memakai sandal yang akan diizinkan memasuki ruang ujian. Yang datang memakai sepatu dan kaos kaki harus melepasnya di luar ruang ujian.”

Para orang tua membantu anak-anak mereka curang saat ujian. (Thesun.co.uk)

Bihar dikenal di India karena para siswanya kerap curang saat ujian. Pada 2015, sebuah foto menunjukkan para orang tua siswa memanjat tembok di sebuah sekolah di Bihar. Mereka memberikan contekan pada anak-anak mereka. Foto itu diambil seorang fotografer India, Rajesh Kumar. Foto itu menjadi viral di internet.

Hal ini menimbulkan reaksi keras di India. Hal ini menyebabkan panitia penyelanggara ujian sekolah meningkatkan standar mereka. Tapi Bihar sudah terlanjur memperoleh reputasi buruk terkait perilaku curang ini.

Para orang tua yang membantu anaknya curang saat ujian dipenjara. Sedangkan 985 siswa dikeluarkan dari sekolah karena curang. Para siswa juga bisa dikenai denda bila ketahuan mencontek saat ujian. Hukuman ini digunakan sebagai contoh untuk anak-anak lain.

Tapi kebijakan memakai sandal ini menarik kritikan pedas. Seorang mantan menteri pendidikan di Bihar berkata kepada stasiun TV di India, “Keputusan panitia itu benar-benar salah dan tidak bisa dibenarkan. Saya tidak menyetujui itu jika saya yang menjadi menterinya.”

Sejak aturan yang lebih ketat diterapkan, nilai kelulusan di Bihar turun 50 persen. Pada 2013, lebih dari 1600 pelaku kecurangan dalam ujian dikeluarkan dari sekolah.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge