0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dua Juragan Beras Dirampok, Kapolres Klaim Kantongi Identitas Pelaku

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Polres Sragen terus mendalami pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Plupuh dan Ngrampal yang menimpa juragan beras. Meski belum berhasil diungkap, namun identitas pelaku diklaim sudah didapatkan dan tinggal menunggu waktu untuk penangkapan.

“Identitas sudah kita kantongi. Tim Tekab Polres Sragen sedang mendalami, selanjutnya tunggu langkah berikutnya. Nanti akan kita sampaikan,” kata Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Rabu (21/2).

Saat menggelar jumpa pers di halaman Mapolres Sragen, Arif Budiman tidak bersedia menyampaikan lebih jauh terkait kasus pencurian dengan pemberatan di kedua lokasi berbeda tersebut. Termasuk ada tidaknya kaitan antara tempat kejadian satu dengan lainnya.

“Sabar, nanti akan kami sampaikan,” ujarnya.

Seperti diinformasikan, kasus Curat terjadi di Dukuh Benersari RT 27, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal pada Kamis (15/2) lalu. Kejadian berawal saat korban, Endro Ibnu Darmawan (39) warga Suokoharjo baru saja mengambil uang tunai sebesar Rp 300 juta di Bank BNI Cabang Sragen.

Setelah mengambil uang yang ditaruh dalam tas kemudian diletakkan dalam mobil Toyota Innova warna hitam B 8435 MZ. Selanjutnya korban menuju Desa Mlale, Kecamatan Jenar dengan maksud hendak membayar beras.

Namun sesampai di Dukuh Benersari, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, tepatnya depan UD BAROKAH, Jalan Raya Sragen – Ngawi  km 4.5, mobil Innova yang dikendarai mengalami gembos sebelah kiri bagian belakang.

Kemudian oleh korban berusaha untuk berhenti menepi untuk mengganti ban yang gembos. Tetapi dia tidak menyadari bahwa saat mengganti ban mobilnya pintu mobil tidak dalam posisi terkunci. Saat itulah maling beraksi mengambil uang yang berada di dalam mobil korban sebesar Rp 300 juta..

Sebelumnya perampokan juga menimpa juragan beras pasangan suami istri Tiyono (51) dan Suwarni (45), warga Desa Jekani, Kecamatan Mondokan. Uang tunai senilai Rp 275 juta hasil penjualan gabah disikat dua orang tak dikenal, saat mobil truk yang dikendarainya berhenti di sebuah masjid, Dukuh Wirosari RT 19, Desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh pada Kamis (8/2) lalu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge