0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembangunan Overpass Manahan, Ruas Jalan Masih Bisa Dilewati

Petugas melakukan penandaan batas proyek overpass Manahan (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — PT Yasa Patria Perkasa untuk melakukan perhitungan ulang terkait batas-batas pembangunan overpass, Selasa (20/2). Pelaksana proyek memberi sejumlah tanda putih diatas aspal Jl Dr Meowardi, Adi sucipto, dan MT Haryono. Pengukuran tersebut disaksikan langsung oleh Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Propinsi Jawa Tengah (Jateng) KemenPUPR, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, dan Satlantas Polresta Solo.

“Pada awal Maret nanti kita lakukan persiapan infrastruktur pendukung, seperti pemasangan pagar batas dan lainnya. Untuk pengerjaannya sendiri mungkin pertengahan Maret kita mulai,” ungkap Koordinator Engginering dari PT Yasa Patria Perkasa, Ari Wahyudi.

Dikatakan pembatas area steril proyek akan dipasang dengan total panjang 600 meter, di badan Jl Dr Moewardi 200 meter, Jl MT Haryono 200 meter, dan Jl Adisucipto 200 meter. Semua dikerjakan secara bersamaan, yakni sisi Selatan, kerjakan 200 dari perlintasan sebidang Manahan sampai depan lapangan Kota Barat. Sedangkan sisi Utara, juga dari perlintasan sebidang Manahan di Jl Adisucipto dan 200 meter ke utara di Jl MT Haryono.

Ari Wahyudi juga menjelaskan pihaknya tidak akan menutup semua akses jalan yang ada. Tiga ruas jalan yang terdampak tersebut nantinya masih bisa dilewati kendaraan roda empat.

“Masih bisa dilewati, mengingat kiri dan kanan pengerjaan proyek masoh ada sisa jalan selebar 3 meter masing-masingnya,” kata dia.

Secara teknis pembangunan overpass ini menggunakan teknologi timbunan ringan mortar busa inovasi dari Pusat Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kemen PUPR. Sehingga tidak diperlukan waktu yang lama untuk penyelesaiannya. Menurut kontrak overpass senilai Rp 52 Milyar tersebut akan dikerjakan selama 8 hulan pengerjaan.

“Rencana selesai pada 5 Oktober 2018. Pertengahan Maret pondasi mulai dipasang. Setelah itu baru pasang timbunan ringan mortar busa. Nanti 80 persen konstruksi pakai timbunan mortar busa,” jelas Ari Wahyudi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge