0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sisa Peninggalan Suku Maya Ditemukan Dalam Kompleks Gua Bawah Air

Gua bawah air berisi tulang belulang suku Maya. (metro.co.uk)

Timlo.net—Sisa peninggalan Suku Maya yang berusia sekitar 9000 tahun ditemukan di sebuah gua bawah air di Meksiko. Selain itu, sisa tulang binatang besar yang berkeliaran di Bumi selama zaman es juga ditemukan di sana, tulis Metro.co.uk.

Para penyelam menemukan kompleks gua bawah air itu. Gua itu digambarkan sebagai situs arkeologi bawah air paling penting di Bumi. Penemuan dalam gua itu bisa memperjelas peradaban suku Maya kuno.

Kompleks gua itu terdiri dari dua gua yang terhubung di Semenanjung Yukatan, Meksiko. Di dalam gua ditemukan tulang belulang suku Maya. Suku Maya dikatakan memiliki jaringan saluran air bawah tanah yang disebut cenote.

Para peneliti menemukan 248 cenote dalam gua sejauh 216 mil yang disebut Sac Actun, dekat resor pantai Tulum. Dari 200 tempat arkeologi yang ditemukan, 140 di antaranya adalah milik suku Maya. Beberapa cenote memiliki makna relijius untuk suku itu.

Selain sisa tulang manusia, mereka juga menemukan tulang sloth raksasa, gajah kuno dan beruang yang sudah punah dari periode Pleistosen, tulis Kementerian Kebudayaan Meksiko dalam sebuah pernyataan.

Penemuan gua itu menggoncang dunia arkeologi. “Saya pikir ini luar biasa. Tanpa diragukan ini adalah situs arkeologi bawah air paling penting di dunia,” kata Guillermo de Anda, peneliti di Mexico’s National Anthropology and History Institute (INAH).

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge