0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ribuan Batang Kayu Sonokeling Ilegal Disita Polisi

Timlo.net — Petugas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menyita 12,4 kubik atau 1.084 batang kayu sonokeling karena diduga ilegal. Kasubbid IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie di Mataram, Selasa, mengatakan belasan kubik kayu yang diangkut oleh sebuah truk fuso ini disita petugas saat berada di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

“Caranya dengan menyembunyikan di bawah tumpukan karung-karung sekam. Ini modus baru dalam pengangkutan kayu secara ilegal,” ungkap Darsono Selasa (20/2).

Bahkan setelah petugas meminta dokumen kelengkapan kayu, sopir dengan inisial SH (24), asal Seketeng, Kabupaten Sumbawa, tidak bisa menunjukkannya. SH kepada petugas mengakui kayu itu berasal dari kebun di Desa Pajo dan Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu.

“Karena sopirnya tidak dapat menunjukkan dokumen sah kayu, makanya kita sita,” kata Darsono.

Tindak lanjut dari hasil penyitaan tersebut, tim Subbid Tipidter bersama ahli dari Dinas Lingkungan Hidan dan Kehutanan (LHK) NTB didampingi petugas dari Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BPKH) Toffo Pajo, melakukan serangkaian penyelidikan untuk memastikan asal-usul dari kayu tak bertuah tersebut.

Pemilik kayu, wanita dengan inisial SD (34), warga Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, yang bertemu dengan petugas, mencoba meyakinkan asal-usul kayu tersebut dengan menunjukkan nota angkutnya yang mengatasnamakan kuasa suaminya, BH.

Namun hal tersebut tidak dapat dibuktikan secara fakta di lapangan ketika tim gabungan bergerak ke lokasi yang telah disebutkan. Dari hasil cek lapangan, tim gabungan hanya menemukan 0,3 dari 12,4 kubik kayu yang berasal dari dalam kawasan hutan kebun.

“Diduga kuat kayu tersebut ilegal karena sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Saat ini seribuan batang kayu jenis sonokeling bersama truk fuso warna hijau dengan nomor polisi S 9615 UQ itu masih diamankan di Mapolda NTB terhitung sejak disita petugas pada Jumat (9/2) lalu.

Hasil pelacakan menyimpulkan bahwa kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan adanya dugaan penebangan liar di dalam kawasan hutan negara.

Hal itu sesuai dengan aturan dalam pasal 88 ayat 1 huruf a juncto pasal 16 dan atau pasal 87 ayat 1 huruf b juncto pasal 12 huruf i dan atau ayat 2 huruf b Undang-Undang RI Nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Penyidik belum menetapkan tersangka, karena masih butuh pendalaman alat bukti, salah satunya meminta pendapat ahli pidana.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge