0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dugaan Korupsi Bupati Subang, KPK Geledah Sejumlah Tempat

Timlo.net — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah lima lokasi dalam penyidikan kasus tindak pidana korupsi suap terkait pengurusan perijinan yang melibatkan Bupati Subang, Jawa Barat.

“Hari ini dilakukan penggeledahan kembali, tim sejak pukul 10.00 WIB tadi pagi datang ke lapangan secara paralel. Kami turunkan tiga tim dan sampai saat ini tim masih berada di lapangan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/1).

Sebelumnya, Bupati Subang Imas Aryumningsih bersama tiga orang lainnya yakni Miftahhudin dan Data dari unsur swasta, serta Kabid Perijinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Subang Asep Santika telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus itu.

Lima lokasi yang digeledah itu adalah ruang kerja Bupati Subang, kantor DPMPTSP Subang, kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan Subang, kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang, dan rumah pribadi Bupati Subang Imas di Kecamatan Tambak Dahan, Kabupaten Subang.

“Sementara ini, penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dari komputer,” ungkap Febri.

Sebelumnya, pada Senin (19/2), tiga lokasi juga digeledah yakni rumah dinas bupati, rumah tersangka Data, dan kantor tersangka Miftahhudin atau PT Inti Sarana Sukses (ISS).

Dari penggeledahan itu disita dokumen di antaranya terkait dengan dua perusahaan yang sebelumnya diduga terkait dengan kasus ini yaitu PT ASP dan PT PBM.

Dari peristiwa tangkap tangan terkait kasus itu, tim KPK mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 337,3 Juta beserta dokumen bukti penyerahan uang, KPK menduga Imas bersama-sama beberapa pihak menerima hadiah dari swasta atau pengusaha terkait pengurusan perijinan di lingkungan Pemkab Subang yang diajukan dua perusahaan, yaitu PT ASP dan PT PBM senilai Rp 1,4 Miliar.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge