0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pengiriman Ganja Kering Terbungkus Kemasan Kopi Berhasil Dibongkar

Timlo.net — Petugas Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengamankan 2,3 kilogram narkoba jenis ganja kering yang berasal dari Aceh. Kapolres Mataram AKBP Muhammad di Mataram, Selasa (20/2), mengatakan, ganja kering diamankan tim Satresnarkoba pada Senin (19/2) malam, bersama tiga pelaku asal Cakranegara.

“Tiga orang ini diamankan petugas karena kedapatan mengambil paket kiriman dari Aceh yang berisi dua bal daun ganja kering,” kata Muhammad dalam jumpa persnya di Mapolres Mataram.

Tiga pelaku dengan inisial FH (34), LSH (26), dan AA (23), diamankan bersama barang bukti narkoba dari salah satu agen jasa pengiriman barang yang ada di wilayah Kota Mataram.

Ketiganya diciduk sesaat setelah keluar dari kantor agen mengambil paket asal Aceh yang dikemas dalam kardus air mineral merek Aqua. Dari dalam kardus, petugas menemukan dua bungkus besar kopi bubuk dengan masing-masing berisi satu bal daun ganja kering yang sudah di lakban coklat dan dibungkus rapi demgan plastik hitam.

Saat ini ketiga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Mataram. Serangkaian proses pemeriksaan masih berlanjut sejak ketiganya diciduk pada Senin (19/2) malam.

Dari serangkaian hasil pemeriksaan sementaranya, penyidik mendapat keterangan bahwa FH berperan sebagai pemilik barang bukti yang memesannya dari seorang teman di Aceh, berinisial CA.

Menurut rencananya, dua bal ganja kering tersebut akan diedarkan ke Gili air, Kabupaten Lombok Utara, melalui seseorang yang dia kenal dengan panggilan Kobra.

“Untuk jaringannya, pasti akan kita telusuri. Pendalamannya tentu akan kita koordinasikan lagi,” ucap Muhammad.

Dalam catatan kepolisian, FH merupakan residivis kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Empat tahun dan enam bulan penjara telah dijalani FH sampai akhirnya bebas pada empat bulan yang lalu.

“Jadi FH ini residivis, dia baru bebas empat bulan, karena kasus narkoba, pengedar sabu. Untuk kasus yang kemarin dia dijerat pidana empat tahun enam bulan,” ujarnya.

Untuk peran dua pelaku lainnya, yakni LSH dan AA sampai saat ini masih ditangguhkan sebagai kurir yang turut membantu FH.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge