0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ditinggal di Sawah, Mesin Traktor Poktan Dijarah

(IIlustrasi) Traktor (dok.timlo.net/alibaba.com)

Sragen — Sebuah mesin traktor milik kelompok tani (Poktan) Sedyo Nogroho, Dukuh Balang, Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, Sragen raib digasak maling. Diduga pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut lebih dari dua orang dan menggunakan mobil bak terbuka dalam melakukan aksinya.

“Diduga pelaku membawa mesin traktor dengan cara dipikul dan dibawa pergi dengan menggunakan kendaraan mobil,” kata Kapolsek Mondokan AKP Kabar Bandianto, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Selasa (20/2).

Kejadian itu berawal pada Sabtu (18/2) lalu saat pelapor, Ketua Poktan Sedyo Nogroho, Suyatno (54), mdndatangi sawah milik Salimin, yang berlokasi di Dukuh Balang RT 27, Desa Jekani, Kecamatan Mondokan untuk mengecek pekerja yang sedang membajak sawah dengan menggunakan traktor.

Traktor tersebut adalah milik Poktan Sedyo Nogroho Dukuh Balang. Kemudian menjelang maghrib traktor oleh Purnomo (53) dan Ngadiman (54), keduanya warga setempat dipindah ke sawah atau tempat yang lebih aman milik Suwondo yang jauh dari jalan. Dua pekerja itu juga memberi pengaman dari rantai besi yang dikaitkan ke body traktor.

Kemudian pada Sabtu malam sekitar pukul 24.00 WIB, pelapor kembali mengecek mesin traktor dan masih berada ditempat semula dalam kondisi aman. Namun keesokan harinya, Minggu (18/2) sekitar pukul 08.00 WIB, pelapor diberitahu Purnomo kalau mesin traktor milik Poktan Sedyo Nogroho sudah hilang, tidak ada di tempat semula.

Pelapor bersama Purnomo berusaha mencari di sekitar sawah, namun tidak ketemu. Tapi keduanya mendapati sebatang bambu di pinggir jalan sawah dan ada bekas jejak kaki orang banyak. Atas kejadian tersebut pelapor  melaporkan ke Polsek Mondokan pada Senin (19/2) guna pengusutan lebih lanjut.

“Diduga pelaku mengambil mesin traktor dengan cara memotong rantai pengaman mesin traktor yang dikaitkan dengan body traktor dan melepas baut dudukan mesin. Kemudian pelaku membawa mesin traktor dengan cara dipikul,” terang AKP Kabar Bandianto.

Pihaknya masih terus mendalami pencurian dengan pemberatan tersebut, sebagaimana Pasal 363 KUHP. Atas kejadian tersebut Poktan Sedyo Nogroho mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge