0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Rumah Terancam Longsor, Keluarga Ini Terpaksa Ngungsi

Tanah longsor ancam rumah warga (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Satu keluarga di Dukuh Pule, Desa Pentur, Simo, Boyolali terpaksa mengungsi, menyusul bahaya tanah longsor yang mengancam rumah mereka. Lahan pekarangan yang longsor berbatasan dengan Sungai Cemoro.

“Terpaksa mengungsi di rumah saudara dulu, tiap hari terus longsor,” kata sang kepala keluarga, Budi Yanto (41), ditemui di lokasi, Selasa (20/2).

Kondisi saat ini, longsor yang terjadi kian lebar. Bahkan, bagian teras rumah sangat dekat dengan lokasi longsor. Jarak teras dengan tanah longsor hanya tinggal 1 meter. Lebar tanah longsor sendiri lebih dari 30 meter dengan panjang 40 meter.

“Kalau hujan, longsornya semakin besar, tanah di sini kebetulan tanah merah, sehingga mudah tergerus air,” imbuhnya.

Diakui Budi, tanah didepan rumahnya sudah terlihat retak-retak sejak tiga pekan ini. Usai hujan deras, retakan tersebut langsung longsor. Sejak saat itu, pedagang asongan ini memilih mengungsi di rumah kerabatnya bersama anak dan istrinya.

“Takutnya longsor sampai rumah,apalagi kalau hujan pas malam hari, kalau pagi kita baru nenggok ke rumah, sore kembali ke rumah saudara,” ujarnya pasrah.

Sebagai pedagang asongan yang hanya berpenghasilan Rp 40 ribu perhari, Budi mengaku tidak kuat bila harus membangun talud. Budi mengaku memilih pindah rumah ke lokasi yang aman. Ketimbang memperbaiki, yang tentunya membutuhkan biaya besar.

“Sudah rasan-rasan sama mertua mau pindah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Simo, AKP Bambang Rusito Muryono, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali dan masyarakat setempat. Hasilnya, bakal dilakukan gotong royong penebangan pohon dan perbaikan sementara.

“Kita koordinasikan dengan Muspika, kalau mau pindah rumah,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge