0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ditolak Bupati, PKL Alun-Alun Longmarch Datangi DPRD

PKL Alun-Alun long march menuju Gedung DPRD Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Pedagang Kaki Lima (PKL) Sragen melakukan aksi long march dari kantor Pemkab Sragen menuju Gedung DPRD. Mereka memrotes kebijakan Bupati Sragen yang melarang penggunaan Alun-alun Sasono Langen Putro sebagai tempat berjualan.

”Di kota mana pun, alun-alun itu pasti ada PKL. Hla Sragen aneh, PKL tidak diperbolehkan,” keluh Perwakilan PKL, Khoirul Yonatan, Senin (19/2).

Ketika audiensi dengan pimpinan DPRD Sragen, Khoirul dan pedagang lainnya menyampaikan uneg-uneg mereka yang selama tujuh bulan tidak lagi bisa berjualan di alun-alun.

Pihaknya meminta dukungan dewan untuk para PKL alun-alun bersedia memanggil Bupati Sragen dan dinas terkait guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

Mereka juga sudah mencoba berjualan di utara Stadion Taruna, tempat baru yang disediakan Pemkab. Namun ternyata di sana sepi dan PKL tetap menuntut agar dikembalikan ke alun-alun.

”Mohon supaya diusahakan pedagang bisa berjualan lagi di alun-alun,” terangnya.

Sementara, Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto yang menemui PKL mengatakan kebijakan untuk mengatur alun-alun adalah kewenangan Bupati Sragen. Namun dia berjanji bakal menyampaikan tuntutan PKL tersebut ke bupati langsung.

”Seperti teman-teman PKL ketahui, yang wewenang membuat kebijakan adalah bupati. Tapi saya janji akan mengajak rembugan bupati terkait tuntutan ini,” kata Bambang Samekto.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge