0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Transportasi Umum Mati Suri, Ini Kata Bappeda

Kepala Bappeda Klaten, Bambang Sigit Sinugroho (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten menilai, solusi realistis mengatasi kebutuhan transportasi umum ialah dengan mengoptimalkan moda angkutan yang sudah ada. Bukan membikin moda transportasi baru.

“Sebenarnya itu sudah saya sampaikan kepada Dishub sejak 2014 . Tetapi hingga saat ini belum ada realisasinya. Bukan malah membangun sistem transportasi yang baru,” ujar Kepala Bappeda Klaten, Bambang Sigit Sinugroho, Senin (19/2).

Ia tak mengelak keberadaan angkutan umum, khususnya angkutan pedesaan di Klaten telah mengalami mati suri. Namun kajian Dinas Perhubungan (Dishub) membikin Bus Rapid Transit (BRT) di sepanjang jalur utama Delanggu-Prambanan dinilai kurang menyasar masyarakat secara luas.

Sigit berpendapat, Dishub seharusnya memprioritaskan penyediaan transportasi umum yang menghubungkan dari kota- kecamatan- kota melalui pemilik yang sudah ada. Bukannya bergantung kepada bantuan armada bus ke Kementerian Perhubungan. Sehingga keberadaan angkutan umum juga bisa menyasar pelajar sekolah.

“Angkutan- angkutan lama itu saja yang dihidupkan. Kalau perlu setiap angkutan kita berikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahkan nantinya kita kembangkan menjadi 100 angkutan. Yang terpenting keselamatan dan kemudahan akses bagi masyarakat mendapatkan transportasi bisa terpenuhi,” ujarnya saat ditemui di sela rapat paripurna di Gedung Paripurna DPRD Klaten.

Diberitakan sebelumnya, Dishub Klaten tahun ini gagal menerima bantuan 10 armada bus sekolah dari Kementerian Perhubungan. Disisi lain, jika bergantung kepada pemilik angkutan umum dinilai sulit terealisasi lantaran terbentur dari sisi bisnis.

“Kita dilematis untuk mengandalkan angkutan umum di Klaten. Mereka kan punya hitung- hitungan sendiri. Kalau bukan jalur ekonomis, tidak menghasilkan profit, pasti mengurangi kenyamanan, keamanan dan ketepatan waktu bagi penumpangnya. Maka kami berpikir untuk membuka trayek Cawas Klaten karena itu solusi bagi siswa sekolah. Namun itu tergantung realisasi pengadaan dari pusat,” papar Kepala Dishub Klaten, Slamet Widodo.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge