0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Hasil Kajian Limbah PT RUM oleh Tim Independen Muhamamdiyah

Penyerahan hasil kajian tim independen Muhammadiyah kepada Ketua DPRD Sukoharjo (timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Tim Independen Muhammadiyah Sukoharjo menyerahkan hasil uji teknis kelayakan limbah PT RUM dan kajian dampak sosial di masyarakat kepada DPRD Sukoharjo. Hasil kajian teknis menyatakan libah cair PT RUM ada yang memenuhi baku mutu dan tidak, sedangkan kajian dampak sosial, mayortitas responden menyatakan ijin operasional perusahaan serat rayon tersebut harus dicabut.

“ Tim penelitian dibagi kedalam dua tim yakni tim fisik yang bertugas mengumpulkan sampel limbah pabrik yang menemukan adanya beberapa unsur yang melebihi ambang batas. Dan tim studi lingkungan yang mengadakan sejumlah survey dan pemeriksaan terhadap beberapa warga terdampak, mayoritas menginginkan pencabutan ijin operasional pabrik,” kata Ketua PDM Sukoharjo, Wiwoho, Senin (19/2).

Untuk parameter PH limbah cair memenuhi ambang batas, namun untuk Total Dissolved Solid (TDS) dan Chemical Oxygen Demand (COD) tidak memenuhi ambang baku mutu limbah cair. Tim juga menemukan adanya kesalahan dalam proses chimney, karena desain pengolahan gasyang tidak sesuai dengan desain awal sehingga mengakibatkan bau yang sampai ke pemukiman warga.

Untuk hasil studi lingkungan, tim independen mengadakan survei di enam desa yang berada di wilayah sekitar pabrik seperti Desa Kedungwinong, Juron, Gupit, Celep, Plesan, Pengkol dan Celep. Dari hasil survei, 73 persen warga tidak setuju dengan keberadaan PT UM yang didominasi alasan tidak adanya sosialisasi terkait perijinan pabrik PT RUM.

“Dan 93 persen koresponden mengatakan pencemaran yang terjadi sudah termasuk pencemaran parah dan di luar batas kewajaran. Dalam kuisioner mekanisme penyelesaian, sekitar 71 persen warga menginginkan adanya intervensi dari pemerintah daerah untuk menutup ijin operasional pabrik, atau dilakukan mediasi dengan warga,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sukoharjo, Nurjayanto, meminta waktu untuk mempelajari terlebih dahulu hasil penelitian tersebut bersama dengan anggota DPRD lainnya. Perumusan nanti akan diserahkan kepada Bupati Sukoharjo sebagai rujukan pengambilan keputusan, dan dimungkinkan minggu depan sudah ada hasilnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge