0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Korban Penyekapan di Solo Dapat Pendampingan Kemensos

Tersangka penganiayaan dan ibu korban (foto: Heru Murdhani)

Timlo.net – Kasus penyekapan dan dugaan penyiksaan terhadap bocah berinisial P (4) di sebuah hotel di Solo, menuai reaksi sejumlah pihak. Kementerian Sosial melakukan pendampingan terhadap P.

“Jadi ada yang namanya Tim Terpadu dari Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PLKSAI) di Surakarta. Tim ini sudah bergerak cepat bersama kepolisian setempat menangani korban melalui pendampingan sosial dan memastikan hak-hak dasar anak terpenuhi,” kata Menteri Sosial Idrus Marham di Jakarta, Senin (19/2).

Melalui Ditjen Rehabilitasi Sosial, Mensos telah menginstruksikan kepada Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) melakukan penjangkauan dan pengkajian terhadap P. Saat ini, lanjutnya, P masih di rumah sakit dan terus didampingi Sakti Peksos. Tim juga tengah mendalami bagaimana pengasuhannya setelah kasus ini terbongkar.

“Apakah kembali ke keluarga atau bagaimana mengingat kekerasan ini dilakukan anggota keluarganya,” kata Idrus.

Anak laki-laki P diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah tirinya, Dedi alias Leo Wie Wie. Ia disekap selama tiga hari di salah satu kamar hotel di Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Berdasarkan penuturan aparat kepolisian, P disekap dengan mulut dilakban dan tangan diikat tali rafia.

PLKSAI diprakarsai oleh Pemerintah Kota Surakarta bekerja sama dengan United Nations Children Fund (UNICEF) dan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pusat layanan ini didukung oleh Bappenas dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Anggota tim PLKSAI berasal dari satuan kerja terkait seperti Dinsos, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dispendukcapil, Polres, Kodim, dan instansi lainnya.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge