0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tak Kapok, Residivis Narkoba Ketangkap Lagi

ilustrasi (sumber: Pixabay)

Timlo.net – Seorang residivis pengedar narkoba, I Komang Mertayasa (19), ditangkap aparat Polres Kota Denpasar. Dari tangan pelaku, polisi menyita sabu seberat 134.68 gram, 204 butir ekstasi dan 50 butir tablet happy five.

“Tersangka kami tangkap pada Jumat (16/2) sore di Jalan Imam Bonjol Gang Marlboro I Nomor 1 Banjar Buagan Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat,” kata Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana, di Denpasar, Senin.

Tersangka yang pernah ditahan di LP Kerobokan pada Maret 2015 karena terlibat penggunaan barang haram itu dan bebas kembali akhir September 2016, kembali ditangkap akibat menjadi kurir narkoba.

Kepada petugas, tersangka mengaku hanya menempel barang haram itu dengan mendapat upah sekali tempel Rp50.000 yang digunakan untuk menghidupi keluarga dan mendapat barang dari seseorang bernama Dino yang tinggal di Bali.

Kronologis penangkapan tersangka, berawal dari informasi masyarakat bahwa ada seseorang laki-laki yang diketahui bernama Komang Mertayasa yang diketahui mengedarkan dan memakai narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Selanjutnya petugas ,melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap tersangka pada Jumat (16/2) Pukul 18.00 wita, dengan barang bukti berupa 65 plastik klip kristal bening sabu-sabu seberat 134.68 gram, 204 butir tablet ekstasi dan 50 butir tablet happy five.

Dari jumlah total barang bukti itu, diperkiraan mencapai Rp354,4 juta. Akibat menyimpan barang haram itu tersangka dikenakan Pasal 112 Ayat 1 karena kedapatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Kemudian tersangka juga dijerat Pasal 111 karena tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge