0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Diduga Sering Mencuri di Pasar Klewer, Pria Ini Dimassa

Proses mediasi yang dilakukan Polsek Pasar Kliwon (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Diduga melakukan tindak pencurian di Kawasan Pasar Darurat Klewer, DK (35), warga Desa Keputran, Kecamatan Kemalang, Klaten menjadi bulan-bulanan massa. Pedagang yang merasa kesal lantaran kerapkali barang dagangannya hilang langsung melampiaskan kekesalannya tersebut kepada DK.

“Terduga pelaku kami amankan di kantor (Mapolsek Pasar Kliwon —Red) untuk dilakukan penyelidikan,” terang Kapolsek Pasar Kliwon AKP Aditya Mulya Ramdhani saat berbincang dengan Timlo.net, Senin (19/2) siang.

Kasus ini bermula saat DK berada di Kawasan Pasar Cinderamata, uara Alun-Alun Lor Keraton Kasunanan Surakarta pada Jumat (16/2) lalu. Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Cindera Mata, berinisial EP langsung berteriak jika DK pernah mencuri 36 potong baju atas dengan total kerugian mencapai Rp 1,4 juta. Berbekal rekaman CCTV, EP langsung menyerahkan DK kepada pihak keamanan di kawasan tersebut.

Mendengar kabar adanya pencuri yang ditangkap, sejumlah pedagang di Kawasan Pasar Darurat dan Pasar Klewer langsung mendatangi pos keamanan. Setelah melihat pelaku, para pedagang yang mengaku pernah kehilangan barang dagangan lantaran dicuri ini ikut menginterogasi terduga pelaku. Hingga akhirnya, kondisi tak terkendali dan DK menjadi bulan-bulanan para pedagang tersebut. Beruntung, Polisi segera datang ke lokasi dan mengamankan DK dari amukan massa tersebut.

Terkait kasus tersebut, Kapolsek mengaku melakukan mediasi dengan pihak yang merasa dirugikan.

“Ada tiga pedagang yang merasa dirugikan. Kami lakukan mediasi agar tak terjadi hal tidak diinginkan dikemudian hari,” kata Kapolsek.

Inisiatif diambilnya langkah mediasi tersebut, lanjut Kapolsek, lantaran bukti yang dimiliki korban sangat lemah. Hasil rekamanan CCTV tidak memperlihatkan secara jelas wajah pelaku meski korban meyakini bahwa itu adalah pelaku.

Di sisi lain, saat dilakukan penangkapan, terduga pelaku juga tidak sedang beraksi. “Hal inilah yang menjadi pertimbangan kami melakukan mediasi, karena bukti yang dimiliki sangat lemah,” jelas Kapolsek.

Dari hasil mediasi yang dilakukan, terduga pelaku bersedia memberikan ganti rugi terhadap para korban yang mengaku kehilangan barang dagangan berupa pakaian tersebut.

“Yang bersangkutan (DK) bersedia mengganti rugi sekitar Rp 5 juta-an,” ungkap Kapolsek.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge