0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Hidup Melarat, Perempuan Buta Ini Hanya Berkawan Anjing

Sulasmi dikunjungi anggota Satbinmas Polres Karanganyar. (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Seorang wanita lanjut usia hidup melarat di Dukuh Soko Rt 02/Rw V Desa Kalijirak, Tasikmadu, bernama Sulasmi (65). Sudah tanpa harta benda dan berkondisi fisik tak sehat, ia pun tak punya siapa-siapa mendampingi hidupnya selain seekor anjing kampung.

“Bu Sulasmi hidup merana. Sejak kecil sampai seumur ini tidak pernah merasa gembira. Orangtua saya dulu menceritakan, keluarganya mengais singkong di kebun kami buat makan. Akhirnya memiliki rumah sendiri namun masih atas nama orang lain. Bu Sulasmi sekarang sebatangkara. Ibunya meninggal dunia akibat kecelakaan tahun lalu. Dua saudaranya dan ayahnya sudah wafat. Yang paling tragis, suami Sulasmi menelantarkannya,” kata Catur Maryati yang selama ini merawat Sulasmi kepada Timlo.net, kemarin.

Catur merupakan istri dari Babinsa Desa Kalijirak, Serda Fatkhul Hadi. Maryati selama ini mengantarkannya berobat ke dokter. Sejak lima tahun lalu, penglihatan Sulasmi terenggut akibat penyakit Glukoma dan diabetes yang dideritanya. Sejak saat itu, Sulasmi tidak mampu mandiri. Selain menganggur, ia juga terpaksa menjual satu persatu yang dirinya miliki agar bisa bertahan hidup.

Sampai suatu ketika, sahabat satu-satunya berupa seekor anjing dijualnya. Anjing betina itu diberi nama Depi. Sulasmi sebenarnya tak sampai hati merelakannya dimiliki orang lain, namun himpitan ekonomi membuatkan memutuskan Depi dihargai Rp 400 ribu. Sebelumnya, belasan ekor anak Depi juga dijualnya saat Sulasmi masih tinggal bersama ibundanya.

“Sepekan berlalu, Depi kembali lagi ke sini. Yang beli sampai minta uangnya dibalikin,” kata Sulasmi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge