0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

23 Titik Masih Terjadi Genangan, Ini yang Dilakukan Pemkot Yogjakarta

Timlo.net — Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogjakarta menargetkan pengurangan setidaknya dua dari 23 titik genangan pada tahun ini dengan memperbaiki drainase.

“Hingga saat ini masih ada 23 titik potensi genangan. Pada tahun ini kami upayakan pengurangan di dua titik,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogjakarta Agus Tri Haryono di Yogjakarta, Minggu (18/2).

Menurut dia, dua potensi titik genangan yang menjadi target pengurangan pada tahun ini berada di Jalan Bimo Sakti dan di Jalan Secodiningratan.

Potensi titik genangan di Jalan Bimo Sakti akan diatasi dengan membangun drainase di Jalan Bimo Kunti berukuran 60 x 60 centimeter, sedangkan titik genangan di Jalan Secodiningratan akan dikurangi dengan membangun drainase di Jalan Senopati.

“Kami menyebutnya sebagai potensi titik genangan karena genangan yang muncul biasanya memiliki ketinggian 30 centimeter dan sudah akan hilang dalam waktu kurang dari dua jam,” katanya.

Agus menambahkan, pembangunan drainase maupun peningkatakan kapasitas drainase cukup ampuh untuk mengatasi permasalahan gendangan di Kota Yogjakarta khususnya saat hujan turun.

“Genangan di Jalan Ipda Tut Harsono sudah mampu kami atasi dengan membangun drainase dengan kapasitas lebih besar. Saat hujan lebat pun, nyaris tidak ada genangan,” katanya.

Selain itu, potensi titik genangan yang sudah berhasil ditangani oleh Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogjakarta di antaranya, di sekitar Makam Kuncen, sekitar Jalan Wirotomo Kecamatan Tegalrejo, dan Jalan Kusbini meskipun pengurangannya belum mampu menuntaskan genangan yang muncul.

Sedangkan untuk genangan di Jalan Pramuka, lanjut Agus, akan menjadi sasaran pada tahap berikutnya karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Kota Yogjakarta Aki Lukman mengatakan, upaya pengurangan titik genangan juga dilakukan dengan pelumpuran secara rutin di seluruh saluran air hujan dan drainase.

Meskipun demikian, Aki masih mengkhawatirkan apabila inlet yang ada di sepanjang drainase tertutup sampah atau daun dari pohon perindang.

“Daun yang menutup inlet saat hujan turun juga bisa menghalangi air masuk ke drainase sehingga menimbulkan genangan,” katanya.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge