0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Alasan Gubernur Aceh Daratkan Pesawat di Bibir Pantai

ilustrasi (sumber: Wikimedia Commons)

Timlo.net – Pesawat jenis Shark Aero yang dipiloti oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melakukan pendaratan darurat di bibir pantai Lam Awe, Kecamatan Peukan Bada, Aceh, pada Sabtu (17/2). Irwandi Yusuf menyatakan lebih memilih mendarat darurat daripada melepas parasut yang tersedia di pesawat.

“Kenapa saya tidak menggunakan parasut saya khawatir akan dibawa angin ke arah laut atau bisa tersangkut di atas atap rumah warga yang kemungkinan akan membuat cidera pada saat pesawat terjatuh,” kata Irwandi Yusuf.

Irwandi mengaku tidak panik saat terjadi masalah pada mesin pesawat yang dilabeli Hanakaru Hokagata itu. Dia memberitahukan kepada Asisten II Setda Aceh, Taqwallah yang menemaninya terbang dari Calang Aceh Jaya menuju Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar, bahwa pesawat akan mendarat darurat.

“Saya sudah sampaikan ke Taqwallah bahwa kita akan mendarat darurat di bibir pantai dan dia mengatakan lanjutkan,” kata Irwandi.

Menurut dia atas pertimbangan tersebut serta ilmu tentang penerbangan yang telah dia pelajari sebelumnya, dirinya mengaku tidak panik dan mengambil sebuah keputusan untuk pendaratan darurat di bibir pantai.

Dalam pendaratan darurat tersebut, Irwandi Yusuf dan Taqwallah mengaku tidak terjadi apa-apa. Mereka mendarat dengan selamat.

Sebelumnya Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menerbangkan pesawat jenis Shark Aero dengan penumpang Asisten II Setda Aceh, Taqwallah yang terpaksa mendarat darurat di kawasan bibir pantai Gampong Lam Awe, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Diduga, bahan bakar tidak naik sehingga mesin pesawat tersebut mati.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge