0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dinsos Pulihkan Kejiwaan Korban Penganiayaan

Tersangka penganiayaan dan ibu korban (foto: Heru Murdhani)

Solo – Petugas dari Polsek Banjarsari berkoordinasi dengan dinas sosial (Dinsos) kota Solo guna menangani kasus penganiayaan anak RP (4). Sebab, berdasarkan pemeriksaan awal, RP tak mau bertemu lagi dengan orang tua tirinya yang juga pelaku penganiayaan, Dedi Loe Wie Wie (32).

“Korban tidak mau bertemu. Korban hanya mau bertemu dengan petugas yang berseragam. Mungkin karena merasa aman dan nyaman,” ungkap Kapolsek Banjarsari, Kompol I Komang Sarjana, Sabtu (17/2).

Dikatakan saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial untuk menangani kondisi kejiwaan korban.

“Korban ini trauma, karenanya kami pulihkan dulu kejiwaannya setelah itu baru kita mintai keterangan,” kata dia.

Saat ditanya mengenai penanganan lebih lanjut terhadap korban, Komang mengatakan pihaknya masih akan terus menjalin komunikasi dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Solo.

“Kalau tidak bisa dikembalikan ke orang tua ya mungkin kita serahkan ke Dinas Sosiall,” katanya.

Sementara ibu korban Maria saat dijumpai di Mapolsek Banjarsari, mengaku menyerahkan sepenuhnya penanganan korban kepada pihak kepolisian.

“Ya bagaimana baiknya saja,” kata dia.

Seperti diberitakan, petugas kepolisian menangkap dua orang tersangka pelaku penganiayaan terhadap anak yakni Dedi Loe Wie Wie (32) dan Iwan Winardi (22) dari sebuah hotel di kawasan Banjarsari. Sementara ibu korban Maria yang diduga juga mengetahui perbuatan tersangka, masih diperiksa sebagai saksi.

Dari lokasi ditemukan barang bukti, yakni pakaian korban, tali rafia warna merah yang digunakan untuk mengikat korban, dan lakban yang digunakan untuk menutup mulut korban.

Pelaku dijerat dengan Pasal 77 UU no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Mereka diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge