0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Seorang Wanita Terkubur Hidup-Hidup Selama 11 Hari

Makam Rosangelina. (metro.co.uk. )

Timlo.net—Seorang wanita diberitakan terkubur hidup-hidup dan tidak sadarkan diri di dalam peti mati selama 11 hari. Keluarganya lalu membuka kuburan sang wanita setelah warga setempat mendengar teriakan dari dalam kubur. Tapi sayangnya sudah terlambat.

Begitu mereka membuka peti mati yang dipaku itu, wanita bernama Rosangela Almeida do Santos itu sudah meninggal. Dari kondisi peti mati, sepertinya Rosangela berusaha keras untuk keluar dari peti. Sebuah video beredar menunjukkan peristiwa pembongkaran peti itu di tempat pemakaman the Senhora Santana di Riachao das Neves, Brazil. Beberapa pria dalam video terlihat mengeluarkan peti itu dan membuka tutup peti. Warga yang lain berteriak supaya ambulan dipanggil, sedangkan warga lain menyentuh wanita itu. Sang warga berkata jika Rosangela masih hangat.

Awal peristiwa tragis itu adalah saat dia dinyatakan meninggal oleh rumah sakit pada 28 Januari 2018. Dia lalu dimakamkan keesokan harinya, tulis Metro.co.uk, Jumat (16/2). Tapi pada 9 Februari 2018, para warga di sekitar kuburan memberitahu keluarga jika mereka mendengar jeritan dari dalam kuburan Rosangela.

Saat peti dibuka, Rosangela terlihat terluka di bagian kening dan tangan. Sepertinya dia berusaha keras untuk keluar dari peti. Paku-paku di tepi peti juga terlihat sudah terangkat sebagian. Ada bekas goresan dan darah di dalam peti.

Rosangela sudah menikah tapi tidak punya anak. Dia dirawat di rumah sakit selama seminggu karena kelelahan yang parah. Saat dirawat, dia mengalami gagal jantung dan dinyatakan meninggal karena “septic shock”.

Keluarganya menguburkan wanita itu di sebuah makam semen di sebuah tempat pemakaman di kota Riachao das Neves. Warga setempat Natalina Silva memberitahu media online Brazil, G1 jika banyak warga mendengar suara teriakan dari dalam kubur. “Saat saya berada tepat di depan kuburan itu, saya mendengar suara ketukan keras dari dalam,” ujar Natalina.

“Saya pikir ada anak-anak bermain di sekitar tempat itu dan berusaha mengerjai saya. Lalu saya dengar rintihannya dua kali dan setelah dua kali rintihan dia berhenti,” tambahnya.

Ibu Rosangela, Germana de Almedia, 66, berkata, “Dia mencoba membuka tutup peti, bahkan paku-paku yang dipalu mulai terangkat. Tangannya terluka, seolah dia berusaha keluar.”

Keluarganya percaya terjadi kesalahan sehingga dia dinyatakan meninggal. Saudari Rosangela, Isamara Almeida berkata, “Kami tidak ingin menuduh dokter manapun, kami tidak ingin menyebabkan masalah apapun. Tapi kami menyaksikan situasi itu, tidak mungkin ada orang bisa dikubur selama 11 hari dan masih hangat.”

Kepala polisi Arnaldo Monte, yang memimpin penyelidikan kejadian ini berkata, “Kami hari ini mulai mengambil pernyataan dari para anggota keluarga dan orang lain. Jika perlu kami menggali kuburan dan memeriksa tubuh Nyonya Santos lagi jadi kami bisa mengerti akar permasalahannya.”

Seorang juru bicara rumah sakit berkata mereka akan menyediakan semua informasi yang diperlukan untuk keluarga dan pihak berwajib.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge