0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dilarang Pemerintah, Ini Cara Warga Pakistan Rayakan Valentine

Penjual balon berbentuk hati di Pakistan sebelum larangan pemerintah. (nytimes.com )

Timlo.net—Seorang teman memberitahu Hussain Liaquat jika polisi di Islamabad, Pakistan akan memeriksa mobil-mobil. Mereka mencari benda berwarna merah atau berbentuk hati pada malam sebelum Hari Valentine. Hussain memutuskan bersikap kreatif. Dia pergi ke toko buku di Islamabad dan mencari poster “House of Cards”, serial televisi favorit pacarnya. Lalu, dia mencari novel romantis.

“Saya memutuskan untuk tidak membelikan balon dan coklat, supaya polisi tidak menyitanya,” ujar mahasiswa matematika itu.

Seperti banyak pasangan lainnya di kota berpenduduk dua juta itu, Hussain dan pacarnya merayakan Hari Valentine sembunyi-sembunyi. Tahun lalu, pengadilan tinggi Islamabad melarang perayaan Hari Kasih Sayang itu di seluruh Pakistan. Pengadilan menyatakan jika perayaan itu bertentangan dengan ajaran Islam dan tanda tumbuhnya pengaruh Barat, tulis The New York Times, Rabu (14/2) waktu setempat.

Balon merah, kotak berbentuk hati dan coklat pada dasarnya dilarang selama dua tahun belakangan ini. Para polisi di Islamabad akan menyusuri jalan-jalan dan toko-toko untuk melihat jika ada yang berjualan pernak-pernik Valentine. Konser yang digelar penyanyi ganteng Atif Aslam, yang digelar Rabu (14/2) juga ditunda.

Beberapa manajer restoran mengaku menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenali. Mereka ditanya jika ada pria dan wanita bertukar hadiah di dekat restoran mereka. Juga jika ada restoran atau tempat lain yang merayakan hari itu.

Sejumlah toko bunga dan toko hadiah di Islamabad mengeluh jika mereka kehilangan penghasilan yang besar karena para pembeli berkurang drastis. Tapi ada banyak bisnis di kota itu yang tidak keberatan mengambil resiko untuk cinta atau untuk menghasilkan uang lebih. Mereka memutuskan nekat melanggar larangan itu.

Di wilayah kaya F-7 di kota itu, pengusaha Obaid Malik memarkirkan mobilnya di luar kawasan toko bunga. Para penjual memamerkan kepadanya bunga mawar yang dia pesan. Sebelum larangan itu, jalanan di wilayah itu ramai pada malam sebelum Hari Valentine. Tapi sekarang toko-toko itu sepi dan para penjual kesulitan untuk menjual lebih banyak bunga.

“Apa hubungan Hari Valentine dengan pemerintah? Kenapa mereka mengganggu orang-orang?” ujar Obaid saat para penjual bunga memamerkan berbagai jenis mawar. Tiga balon helium berwarna merah diikat di belakang mobilnya.

“Tiga balon karena, Anda tahu, ‘Aku mencintai kamu’ adalah tiga kata,” terangnya. Obaid berkata dia tidak akan mengajak istrinya keluar merayakan Hari Valentine dengan makan siang atau makan malam tahun ini. Tapi dia berencana mengejutkan sang istri dengan memasak sarapan untuknya.

“Orang-orang akan tetap pergi keluar dan melakukan urusan mereka dan bersenang-senang—mungkin dalam cara yang berbeda. Anda tidak bisa melarang cinta,” katanya.

Pembeli lain, Shakeel Khan, seorang bankir membeli bunga lili putih untuk ibunya. Dia berencana membawa tunangannya keluar untuk merayakan Hari Valentine pada akhir pekan ini. Mereka berencana makan malam di luar.

“Saya sudah mendengar tentang larangan ini dan tidak tahu apa yang harus diharapkan, jadi kami pikir, ayo lakukan sesuatu,” ujar Shakeel. Dia berdiri di depan sebuah toko bunga dipenuhi mawar putih, gladioli multi warna dan bunga krisan ungu. Tapi tidak ada mawar merah.

Pemilik toko itu, Muhammad Imran berkata polisi memperingatkannya untuk tidak menjual bunga mawar merah pada Hari Valentine. Jadi mawar merah dia sembunyikan di belakang toko. Dia akan menunjukkan kepada para pelanggan toko yang setia jika mereka ingin membelinya.

“Para pegawai saya juga telah menelepon para pelanggan untuk memberitahu jika pengiriman ke rumah tersedia untuk tahun ini untuk pertama kalinya,” ujar Muhammad. Dia meminta lokasi tokonya dirahasiakan. “Pengiriman barang justru lebih aman,” katanya sembari mengangkat bahunya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge