0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Digital Disruption Meningkatkan Interaksi Konsumen

Suasana seminar Internasional di UNSA (timlo.net/eko prasetyo)

Karanganyar — Dosen Huachiew Chalermprakiet University, Thailand, Jonathan Rante Carreon menyatakan, era digital disruption akan dengan cepat meningkatkan interaksi konsumen dalam dunia bisnis, terutama terkait dengan peluang. Hal itu bisa melalui email dan beragamnya media social.

“Digital Disruption adalah efek yang mengubah perilaku fundamental dalam budaya, pasar, atau industri yang disebabkan oleh kemampuan digital,” ungkap Jonathan saat berbicara pada Seminar Internasional di Auditorium Prof Brodjo Sudjono,  Kampus Universitas Surakarta (UNSA), Karanganyar, Rabu (14/2).

Kondisi ini, menurut Dosen Huachiew Chalermprakiet University, Thailand, memberikan kemajuan di pasar perubahan teknologi dan masyarat. Ambil contoh, transformasi dari Koran konvensional menjadi Koran online, buku cetak menjadi e-book, dan kuliah di kampus menjadi e-learning.

Lebih lanjut Jonathan mengemukakan, pada era digital disruption di masa depan tidak ada bisnis yang bisa bertahan melalui transformasi digital saja. Mereka harus menjalin kerjasama dengan mitra lain jika ingin berhasil secara digital.

“Kemampuan bekerjasama dan mengumpulkan sumber daya dengan mitra sangat diperlukan untuk sukses di dunia digital. Ini sangat menantang. Jika semua pemangku kepentingan digital bekerjasama untuk menghadapi digital disruption, kampus tidak akan dikuasai digital dan akan terus berinovasi,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge