0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pro-Kontra Masjid Sriwedari, Pemkot Belum Ajukan Ijin ke FKUB

Elemen muslim dari kelompok  Forum Umat Islam Peduli Pembangunan Masjid Sriwedari mendatangi Gedung DPRD Kota Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Penentangan terhadap proses pembangunan Masjid Sriwedari terus mengalir dari sejumlah elemen muslim. Kali ini, datang dari  Forum Umat Islam Peduli Pembangunan Masjid Sriwedari mendatangi DPRD untuk menyampaikan ketidaksepakatan terkait pembangunan rumah ibadah di lahan yang diklaim milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tersebut.

“Setahu saja, ijin pembangunan Masjid Sriwedari tidak ada ijin dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama-red). Lha kok ini tiba-tiba bisa berdiri? Bagaimana ceritanya?,” terang Wakil Ketua FKUB Kota Solo, A Dahlan saat menyampaikan keinginannya mendatangi wakil rakyat di DPRD Kota Solo, Selasa (13/2) sore.

Menurut Dahlan, pembangunan semua rumah ibadah harus dipastikan adanya ijin dan rekomendasi dari FKUB. Namun hingga saat ini belum ada pengajuan dari Pemkot untuk pembangunan masjid kepada FKUB. Padahal saat ini pembangunan sudah berjalan.

“Kalau gak ada ijin dari FKUB, kami menduga ada apa-apa,” ungkap Dahlan.

Maka dari itu, pihaknya meminta supaya persoalan yang ada di lahan pembangunan masjid diselesaikan terlebih dahulu. Sehingga, kedepan penggunaan lahan sebagai tempat ibadah dapat ‘terang-benderang’ alias jelas.

”Makanya kami mohon agar DPRD bisa ikut cawe-cawe dalam memperjelas status tanah Sriwedari, agar umat islam tidak tersesatkan dan menjadi rancu,” katanya.

Ditempat yang sama, Pembina Forum Umat Islam Peduli Pembangunan Masjid Sriwedari, Modrik Sangidu meminta agar pembangunan masjid bisa ditangguhkan sementara. Pasalnya, sejak awal lahan ini bermasalah.

”Pemerintah jangan memaksakan kehendak. Semua bisa disikapi secara arif dan bijaksana,” tegasnya.

Sementara itu, dalam pertemuan yang dilakukan nampak sejumlah anggota dewan hadir dan menampung aspirasi. Mereka diantaranya, Wakil ketua DPRD Abdul Gofar Ismail dan Djaswadi, Ketua Fraksi PKS Sugeng Riyanto, Ketua Fraksi PAN Achmad Sapari, dan Sekretaris Fraksi Persatuan Indonesia Raya (FPIR), NR Kurniasari. Dalam kesempatan ini Abdul Gofar Ismail menyatakan bahwa pihaknya akan membawa permasalahan ini ke rapat-rapat yang ada di DPRD.

”Tentunya dalam setiap pembangunan masjid kami ingin agar ada kebaikan supaya tidak bermasalah di kemudian harinya,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge