0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Menggalang Pengunjung Museum lewat SMS

Hanitianto Joedo pemrakarsa Solo Museum Society (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Perhatian terhadap museum terutama dalam fungsinya sebagai agen edukasi, informasi, dan rekreasi semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Salah satunya adalah dengan adanya pembentukan Solo Museum Society (SMS) yang mulai ada sejak Oktober 2017 lalu.

“SMS ini mengedepankan peran museum dalam tiga hal, yakni edukasi, informasi dan rekreasi. Ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap museum yang semakin hari semakin redup cahayanya,” ungkap pemrakarsa pembentukan SMS, Hanitianto Joedo, saat ditemui di Monumen Pers Nasional, Solo, Selasa (13/2).

Dirinya mengatakan, saat ini kunjungan di museum-museum masih berdasarkan pada kewajiban dari sekolah atau pemerintah. Kurangnya kesadaran bahwa museum merupakan sumber ilmu dan informasi ini semakin diperparah dengan banyaknya museum yang melupakan salah satu fungsi utamanya yakni hiburan dan rekreasi.

“Kita semua tahu bahwa museum adalah pusat ilmu dan pengetahuan, tetapi seringkali pengelola museum melupakan fungsi rekreasi dari museum itu sendiri. Karenanya orang tidak mau berkunjung ke museum untuk kedua kalinya. Cukup sekali saja,” kata dia.

Menurut Hanitianto Joedo, diperlukan kepekaan dari pengelola museum guna memancing pengunjung untuk bisa datang mengunjungi museum. SMS sendiri aktif menggalang kunjungan bagi peningkatan jumlah salah satu fasilitas pendidikan tersebut.

“Diantaranya kita menggelar diakusi publik, guna mendapatkan usulan-usulan terkait permuseuman, selain itu kita adakan Museum Talk yakni acara seminar membedah salah satu koleksi museum,” terangnya.

Lebih lanjut dirinya berharap SMS bisa menyusul kesuksesan dari Jogjakarta Museum Society yang telah lebih dulu lahir pada tahun 2015. Berdasarkan data yang dihimpun pengurus Jogjakarta Museum Society, saat ini ada sekitar 1800 orang yang mendaftar menjadi sahabat museum. Tak hanya dari Yogyakarta, sahabat museum yang dihimpun tersebar mulai dari Solo, Malang, Denpasar, dan Manado.

“Saat ini kita mulai lakukan pendataan museum yang ada di Solo, kalau di Yogya ada lebih dari 50 museum. Kegiatan pertama kita yakni ada diskusi publik mengenai museum masa lalu dan masa datang yang diprakarsai oleh BPMP Sangiran,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge