0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pascapenyerangan Gereja di Sleman, Ini Langkah Antisipasi Polresta Solo

Wakapolresta Solo AKBP Andi Rifai (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Polresta Solo bergerak cepat mengantisipasi agar peristiwa penyerangan tempat ibadah di Sleman, Minggu (11/2) kemarin tidak merembet ke Kota Bengawan. Polresta Surakarta langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah peristiwa serupa terulang di Solo.

“Kita sudah koordinasi dengan berbagai pihak. Selain tentunya intensitas patroli juga kita tingkatkan,” kata Wakapolresta Solo AKBP Andi Rifai saat ditemui, di Rumah Dinas Walikota Solo, Selasa (13/2) pagi.

Korps Bhayangkara itu, terangnya, langsung menjalin komunikasi dengan pengelola tempat-tempat ibadah dan tokoh-tokoh agama. Ia mengajak agar mereka ikut menjaga kondusivitas Kota Solo agar kejadian di Sleman tidak terjadi di Solo.

Di samping itu, ia mengajak masyarkat agar turut menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Hal tersebut, kata dia akan sangat membantu mencegah terjadinya konflik horizontal lintasgolongan.

“Tentunya akan lebih maksimal bila masyarakat ikut menjaga toleransi di Solo yang selama ini sudah baik,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, Umat Gereja Santa Lidwina digegerkan seorang pria bersenjata pedang yang menyerang Umat yang tengah mengikuti misa. Pria tersebut merangsek ke dalam gereja dan mengayunkan pedangnya sehingga melukai lima orang. Di antaranya Pastor Karl-Edmund Prier yang memimpin misa. Pelaku belakangan diketahui bernama Sulino dari Banyuwangi, Jawa Timur. Pihka kepolisian hingga saat ini terus menyelidiki perkara tersebut termasuk kemungkinan kelainan jiwa yang dialami Sulino.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge