0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ultah, Walikota Beri Kejutan kepada Dua Penyandang Disabilitas

Perayaan Ulang Tahun ke-58 Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Potonga kue ulang tahun tentunya bukan potongan kue biasa. Ia merupakan lambang kasih sayang dan kedekatan dengan orang yang merayakan ulang tahun. Walikota Solo memberikan kejutan pada pesta perayaan ulang tahunnya yang ke-58 di Loji Gandrung, Selasa (13/2). Bukannya mendahulukan tokoh-tokoh Kota Solo, potongan roti tart ulang tahunnya malah diberikan kepada tenaga kerja penyandang disabilitas di jajaran Pemerintah Kota Solo.

“Mas Anto sama Mbak Darti mana? Ini penyandang disabilitas yang kemana-mana mbantu saya,” kata Rudy –sapaan akrab Walikota Solo.

Perayaan ulang tahun Walikota diselenggarakan sederhana di Joglo Loji Gandrung. Pesta kecil-kecilan itu dihadiri keluarga dan tokoh-tokoh masyarakat Solo.

Seperti umumnya pesta ulang tahun, berbagai harapan disampaikan oleh para tamu yang diwakili oleh Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo.

Selanjutnya, acara inti dimulai dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun disambung dengan prosesi tiup lilin dan pemotongan kue. Potongan kue ulang tahun pertama Rudy berikan kepada istrinya, Endang Prasetyaningsih. Namun di luar dugaan, potongan kue berikutnya tidak diberikan kepada wakilnya, Achmad Purnomo. Tidak pula anggota keluarganya yang lain. Rudy justru memberikan potongan kue berikutnya kepada dua penyandang disabilitas yang bekerja di jajaran Pemkot Solo, Afianto dan Sri Sudarti.

Meski sederhana, menerima potongan roti ulang tahun dari orang nomor satu di Solo tentunya menjadi kejutan yang menyenangkan bagi Sudarti dan Afianto. Apalagi keduanya sama sekali tidak tahu akan mendapat potongan kue yang biasanya hanya diberikan kepada orang-orang terdekat.

“Saya tadi sedang foto-foto untuk dokumentasi acara. Tiba-tiba disuruh maju. Ternyata diberi kue,” kata Anto, sapaan akrab Afianto.

Sudarti pun mengaku terkejut. Baginya, mendapat potongan roti ulang tahun dari walikota merupakan momen yang sangat berharga. “Perasaan saya waktu menerima campur aduk. Antar kaget, seneng, dan hampir nggak percaya,” kata Darti, sapaan akrab Sudarti.

Ia berharap dengan adanya momen tersebut, kepala-kepala dinas dapat mencontoh kebijakan walikota yang mengakomodasi penyandang disabilitas sebagai pegawai. Selama ini, menurutnya, jumlah penyandang disabilitas yang terakomodasi di jajaran Pemkot Solo masih minim.

“Bisa dihitung dengan jari. Walaupun kalau dibanding dengan daerah lain saya tahu Solo jauh lebih baik. Tapi seharusnya bisa ditingkatkan. Terutama di tingkat perangkat daerah,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge