0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jalan Utama Terkena Abrasi, Ratusan KK Terancam Terisolasi

Timlo.net — Ratusan kepala keluarga di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogjakarta, kesulitan mengakses karena jalur utama yang dimanfaatkaan warga setempat longsor terkena abrasi Sungai Oya.

“Jadi ini adalah salah satu jalur warga Kedung Jati Desa Selopamioro untuk sarana transportasi yang sebelumnya bisa untuk motor, tetapi sekarang ini hanya bisa jalan kaki,” kata Kepala Seksi Pelayanan Desa Selopamioro Danang Kumolo Jati di Bantul, Senin.

Menurut dia, jalur utama warga yang berada di tepi aliran Sungai Oya sebagian mengalami longsor akibat abrasi sungai yang terus terjadi sejak beberapa bulan terakhir atau paska banjir 28 November 2017 karena cuaca ekstrim.

Ia mengatakan, setidaknya ada sekitar 400 kepala keluarga (KK) di Desa Selopamioro yang memanfaatkan jalur tersebut dalam aktifitas sehari-hari, namun karena kondisi jalan rusak, masyarakat tidak lagi menggunakan jalur tersebut.

“Banyak jalur yang dibuat warga secara swadaya itu sekarang hilang karena abrasi sungai 28 November 2017, padahal jalur ini penting untuk akses warga dua dusun di Selopamioro untuk ke sekolah, mengangkut hasil panen,” katanya.

Danang mengatakan, akibat jalur penting di tepi aliran Sungai Oya wilayah Desa Selopamioro rusak karena longsor, maka warga terpaksa harus memutar dengan melewati jalan lain meski membutuhkan waktu dan jarak tempuh jauh.

“Kalau mau jalan kaki masih bisa lewat, namun kalau kendaraan harus memutar kurang lebih 30 kilometer, padahal banyak warga yang membawa misalnya ketela dan kayu, kalau sebelumnya kan lebih cepat,” katanya.

Ia menyebut, ada sekitar sepanjang 100 meter badan jalan di tepi Sungai Oya yang longsor atau tergerus abrasi, sehingga membahayakan warga apabila dipaksakan dilalui dengan kendaraan, sebab talud di sepanjang sungai terus mengalami abrasi.

“Untuk selanjutnya kita masih menunggu arahan dari pemerintah daerah (pemda) Bantul maupun DIY itu nanti seperti apa, kemarin sudah ada dari pejabat yang cek lokasi, kita tinggal menunggu tindaklanjutnya,” katanya.

Apalagi, kata dia, jembatan gantung yang menjadi akses warga Desa Selopamioro terutama untuk menuju Desa Sriharjo yang berada di seberang sungai atau sebaliknya putus diterjang banjir 28 November 2017 sehingga warga yang menggunakan jembatan itu harus memutar.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge