0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Mahasiswa UNS Sabet Emas IPITEx 2018

Intan (tengah) dan Kevin (kanan) (timlo.net/eko prasetyo)

Solo — Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menyabet medali emas  Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition (IPITEx) 2018. Kompetisi inovasi internasional ini diselenggarakan pada 2-6 Februari 2018 di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC), Thailand.

“Kami menampilkan alat inovasi teknologi bernama Scraper, Smart Chlorinated Rice Portable Detector. Alat tersebut berbasis microcontroller ATmega8535 dan Light Dependent Resistor (LDR),” ungkap Intan Mulia Rahayu dari Fakultas Pertanian Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UNS kepada wartawan di Rektorat UNS, Solo, Senin (12/2).

Intan mengaku bersama Kevin Ikhwan Muhammadi dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia UNS mewakili Idonesia mampu menyingkirkan 24 negara peserta lainnya. Di antaranya Kanada, China, Mesir, Jepang, Inggris, dan Singapura.

“Untuk mendapatkan medali emas ini kami harus mempresentasikan inovasinya di depan para juri yang secara bergantian mendatangi masing-masing booth para peserta lomba. Alhamdulillah, tim dari UNS bisa membawa pulang dua penghargaan sekaligus,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Intan mengungkapkan pembuat alat ini dilatarbelakangi oleh maraknya oknum penjual beras curang yang sengaja menambah khlorin sebagai pemutih beras ber-grade rendah. Khlorin dipakai agar beras terlihat putih bersih layaknya beras berkualitas super. Sehingga beras lebih disukai konsumen.

“Selama ini masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga sudah membedakan beras yang mengandung pemutih atau tidak. Padahal khlorin sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Khlorin dapat merusak sel-sel darah, mengganggu fungsi hati, dan dapat merusak sistem pernapasan,” ungkapnya.

Bahkan bila penggunaan khlorin lebih dari 30 part per million (ppm) dalam beras bisa menyebabkan kematian. Intan dan tim berharap alat inovasi buatannya dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ini sebagai upaya pencegahan konsumsi beras berpemutih.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge