0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dilarang Jualan di Alun-Alun, Ratusan PKL Gelar Unjuk Rasa

Unjuk rasa PKL Alun-alun di depan Kantor Pemkab Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen menggelar unjuk rasa di depan gerbang Kantor Pemkab Sragen. Aksi ini sendiri merupakan wujud ketidakpuasan lantaran mereka dilarang berjualan di kawasan alun-alun.

”Kami ada sekitar 170 pedagang dan warga yang bersimpati ini hanya ingin diijinkan kembali dapat berdagang di alun-alun,” ujar Koordinator Aksi, Yatin Hartono, Senin (12/2).

Para PKL tersebut membentangkan spanduk bertuliskan ‘Duku Kami Mendukung Bu Yuni, Sekarang Tolong Dukung Kami Untuk Berjualan Kembali di Alun-alun’.

Kendati sudah berjam-jam mereka berada di pintu gerbang masuk kantor Pemkab, namun mereka gagal untuk bertemu bupati secara langsung. Mereka hanya ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto.

Yatin yang juga sebagai pedagang kopi di alun-alun menyampaikan, harapan para pedagang ini sederhana, hanya ingin diperbolehkan kembali menjajakan dagangannya di alun-alun. Pasalnya sejak direnovasi tujuh bulan lalu, para pedagang kesulitan meraup rezeki.

“Dahulu saat kampanye langsung menemui pedagang. Mengapa saat ada permasalahan seperti ini bupati tidak mau menemui langsung,” katanya.

Salah satu pedagang burger, Suhardo (36), warga Perum Griya Sidoharjo Asri, Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo menuturkan setelah direnovasi pedagang hanya diberi kesempatan berdagang selama tiga hari. Setelah itu mereka mendapatkan surat yang berisi larangan untuk berjualan tanpa alasan yang jelas.

“Ada surat yang ditandatangani Sekda Sragen. Kami tidak boleh lagi berjualan di alun-alun tanpa alasan yang jelas,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge