0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kasus Ibu Seret Anak, DPRD: Kawal Tuntas

Ketua Komisi IV DPRD Klaten, Edy Sasongko (dok.timlo.net/awijaya)

Klaten — Kasus seorang ibu yang menyeret anaknya menggunakan sepeda motor di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, mendapat perhatian serius kalangan legislator. DPRD Klaten pun siap mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

“Kami kawal terus sampai tuntas. Kalau memang itu ganguan jiwa ya harus dibuktikan,” kata Ketua Komisi IV DPRD Klaten, Edy Sasongko, Senin (12/2).

Pihaknya mengaku sangat prihatin terhadap ulah Santi Kusuma (34) yang tega memperlakukan anak kandungnya sendiri berusia 4 tahun tersebut. Disisi lain, selama tiga tahun berturut-turut (2015- 2017), Klaten menyandang predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Jadi semua pihak harus bisa ikut mengawasi. Bagaimana pun di Klaten ini sudah menerapkan Perda tentang Perlindungan Anak. Karena Klaten sudah termasuk Kota Layak Anak,” ujar Edy.

Setelah mengetahui peristiwa tersebut, pihaknya mendelegasikan salah seorang legislator sekaligus Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Klaten, Sri Widodo, untuk mengawalnya. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil tes kejiwaan Santi Kusuma di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Soedjarwadi.

“Kesimpulan sementara, ibu ini mengalami tekanan mental atau stres. Kalau memang itu ganguan jiwa ya harus dibuktikan. Tapi masih menunggu hasil observasi selama 14 hari. Jika tidak terganggu kejiwaannya ya diproses sesuai hukum berlaku,” tandas legislator asal PDIP Klaten ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge