0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kaum Bumi Datar Bersikukuh Peluncuran Mobil Tesla di Ruang Angkasa Hoax

Starman dan mobil Tesla Roadster. (youtube.com)

Timlo.net—SpaceX milik Elon Musk meluncurkan roket Falcon Heavy ke ruang angkasa pada Selasa minggu lalu. Roket itu kembali ke Bumi dengan selamat. Sebelum kembali, roket itu meninggalkan sebuah mobil Tesla Roadster di ruang angkasa. Di dalam mobil, ada boneka sopir yang disebut “Starman”.

Mobil itu ditinggal di ruang angkasa dan diharapkan menuju Planet Mars. Dalam mobil itu sendiri terdapat kamera yang bisa menyiarkan rekaman video dari ruang angkasa. Begitu melayang di ruang angkasa, rekaman video dari mobil disiarkan langsung di YouTube. Elon Musk juga mengunggah video rekaman itu di akun Twitternya. Dalam salah satu rekaman, terlihat mobil itu melayang di ruang angkasa dengan Bumi sebagai latar belakangnya. Tentu saja Bumi terlihat bundar dan berwarna biru seperti yang selama ini kita lihat.

Hal ini dianggap luar biasa bagi kebanyakan pengguna internet. Video peluncuran roket itu sendiri dilihat lebih dari 2,3 juta kali di YouTube. Video itu menjadi video kedua yang paling banyak ditonton di situs itu, tulis Indy100.com.

Tapi ada sekelompok orang yang mengecilkan peristiwa bersejarah ini. Mereka adalah para penganut teori bumi datar. Pencipta “Flat Earth Clues” dan penganut teori ini Mark Sergant berkata jika peluncuran mobil itu tidak membuktikan Bumi itu bulat. Dia bahkan percaya apapun yang dikatakan Elon Musk adalah kebohongan.

youtube.com

Dia percaya ada banyak hal mencurigakan dari peluncuran ini. Baginya, peluncuran ini adalah bagian dari konspirasi untuk menyembunyikan fakta jika bumi itu datar.

Mark mempertanyakan angle kamera dari mobil itu. “..walaupun berputar mengelilingi sisi terang dan gelap Bumi, tidak terlihat satu bintang pun dalam video itu,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan kenapa tidak ada Bulan dalam video. “Itu akan memberikan referensi titik 3D dan Anda bisa menentukan lokasi mobil. Lokasi itu akan sesuai dengan benua di bawahnya. Tapi tidak ada,” terangnya.

youtube.com

Selain itu, ban mobil juga tidak meledak saat mobil melayang di ruang angkasa. Dia beranggapan jika seharusnya udara di dalam ban meledak dan menghancurkan serat kaca dalam mobil.

“Elon menyebut jika mobil itu diluncurkan apa adanya, tanpa modifikasi. Jika itu benar, lalu ban-ban mobil akan meledak dalam hitungan detik memasuki ruang vakum, menghancurkan serat kaca di sekitarnya. Kaca keamanan standar mobil tidak ditentukan untuk bertahan dalam suhu sebesar itu. Tuangkan air panas pada jendela mobil yang beku, lihatlah yang terjadi,” terang Mark.

Dia juga mempertanyakan keaslian dua perusahaan milik Elon, SpaceX dan Tesla. Termasuk hubungan SpaceX dengan NASA. Mark percaya jika perusahaan itu adalah mesin propaganda NASA. “Tiga kamera berbeda, dan tidak ada satupun logo terlihat. Perusahaan-perusahaan di Amerika akan membayar uang dalam jumlah banyak supaya logonya dipasang dalam kendaraan ini,” katanya.

“Setiap inci mobil itu dan seragam harusnya ditutupi dengan brand paling tidak Tesla dan SpaceX. Kenapa Tesla tidak memakai mobil flagship mereka, sedan 4 pintu, bukannya roadster yang lebih murah dibangun dengan frame Lotus?” tanya Mark.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge