0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Farm Trip BPC PHRI Sukoharjo, Ini yang Dikunjungi

Farm Trip BPC PHRI Sukoharjo (dok.timlo.net/ist)

Solo Baru — PHRI Sukoharjo bersama dengan hotel, resto dan travel agent berkunjung ketempat wisata di daerah Sukoharjo yang selama ini mungkin belum banyak masyarakat dan wisatawan lokal maupun mancanegara yang mengetahui. Tempat yang dikunjungi diantaranya Desa Gamelan Wirun,  Sahasra Adhi Pura atau yang dikenal dengan sebutan Candi Sono Sewu, Tempat Pembuatan Ciunik, Desa wisata Jamu Nguter, Desa Pojok Kec. Tawangsari (Wisata Sarung Goyor), Pusat Oleh-oleh Tangkisan Tawangsari.

Peserta mulai berkumpul di Hotel Best Western Solo Baru pukul 07.00 WIBi untuk breakfast bersama sebelum acara dimulai, setelah itu peserta berkumpul lagi untuk sedikit diberi pengarahan sebelum memulai Famtrip, dan Famtrip dimulai tepat pukul 07.30 pagi.

Perjalanan dimulai dari Desa Wisata Gamelan di Wirun, Mojolaban, lebih tepatnya sang pemilik bernama Ki Saroyo, beliau kurang lebih sudah menekuni dan terjun langsung dalam pembuatan gamelan sejak 40 tahun silam, selain menceritakan perjalanan awal mula memproduksi gamelan Ki Saroyo dengan sangat ramah memperlihatkan proses pembuatan salah satu gamelan.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke  Candi Sono Sewu, warisan peradapan spiritual lemuria, sebuah Pura Hindu yang didirikan sebagai wadah untuk mempelajari lelaku spiritual (Yoga) yang pernah diajarkan seorang guru spiritual dan ahli metafisika dari Jawa Harjanta Pradjapangarsa. Di Candi Sono Sewu terdapat miniature pemujaan dari seluruh dunia.

Dari Candi Sono Sewu, rombongan masih dibawa lagi ke tempat pembuatan Ciunik. Ciunik adalah limbah pembuatan alkohol dari ciu yang dijadikan untuk pupuk yang dipercaya dapat menyuburkan tanah. Dari pengetahuan tentang Ciunik tak lupa sang pemilik juga memberi sedikit gambaran awal mula pembuatan gula tebu menjadi ciu dan kemudian menjadi etanol methanol.

Selesai dari tempat pembuatan Ciunik lalu rombongan dibawa ke tempat Desa Wisata Jamu Nguter. Seluruh rombongan langsung disuguhkan dengan penjual jamu gendol yang menjadi daya tarik wisatawan dari Desa Wisata Jamu Nguter. Tidak lama setelah rombongan mencicipi jamu yang sudah di sediakan sang pemilik, dan diperlihatkan secara langsung cara pembuatan jamu.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari yakni Wisata Sarung Goyor. Sarung tenun goyor merupakan sarung yang dibuat manual dengan alat tenun. Sarung dengan beragam motif ini sangat nyaman digunakan. Sarung yang dibuat dari bahan rayon ini diperkirakan telah diproduksi di Kecamatan Tawangsari dua atau tiga generasi di atas perajin saat ini.

Tibalah saatnya rombongan dibawa ke tempat kunjungan terakhir yaitu pusat oleh-oleh yang tidak jauh juga dari Desa Wisata Sarung Goyor, dan banyak dari robongan yang kaget dan terkejut karena ada pusat oleh-oleh yang besar dan sangat lengkap di Desa Tawangsari dan belum banyak masyarakat yang tau. Dari sini mulailah Pemerintah Sukoharjo  memperkenalkan semua tempat wisata, pengrajin dan pusat oleh-oleh ke masyarakat, supaya lebih bisa mengangkat lagi destinasi pariwisata khususnya di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Tujuan diadakannya kegiatan ini karena pemerintah ingin mengangkat pariwisata Sukoharjo dengan merangkul langsung pihak hotel, resto dan travel agent. (*)

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge