0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Siswi SMP Dicabuli hingga Melahirkan, Bagaimana Pengasuhan Bayinya?

Seorang siswi SMP di Jatipurno melahirkan bayi laki-laki (dok.timlo.net/ist)

Wonogiri — Paska terkuaknya peristiwa asusila di Kecamatan Jatipurno, Pemkab Wonogiri langsung  terjun ke lapangan melakukan pendampingan. Hal ini dilakukan untuk memulihkan trauma yang dialamai SDR (12), siswi SMP yang menjadi korban pencabulan hingga melahirkan seorang bayi. Disisi lain, aparat kepolisian diminta segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Awalnya kami dan Forkompincam setempat sempat kaget. Sebab, upaya kami sejak lama dalam upaya memerangi kekerasan seksual kepada anak di Kecamatan Jatipurno ternyata masih kecolongan dengan adanya kasus ini,” ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Wonogiri, Reni Ratnasari, Kamis (8/2).

Dijelaskan, saat ini jajarannya bersama psikolog telah terjun ke lapangan memberikan pendampingan dan upaya pemulihan trauma psikis yang dialami siswi kelas I SMP swasta tersebut. Seperti diketahui SDR melahirkan bayinya di rumah sakit pada Rabu (7/2) pukul 05.30 WIB secara normal.

“Kami menilai ini terjadi karena tidak bermoralnya si pelaku. Dia kan baru berumur 12 tahun, sebagai lelaki dewasa dan beristri itu namanya kan terlalu bejat. Seharusnya dia itu kan melindungi dan membimbing agar masa depan korban yang dapat menjadi lebih baik,” kata dia.

Meski sempat kaget dan kecewa mengetahui peristiwa tersebut, pihaknya idak bisa berbuat banyak. Hanya saja, jika kasus itu terjadi antara anak dan anak, pihaknya masih dapat memaklumi. Namun ketika si pelaku itu pria dewasa, maka pihaknya pun mengutuk keras dan menyebut si pelaku tak ubahnya manusia yang tak beradab dan beragama.

Lebih lanjut Reni Ratnasari mengatakan, untuk langkah selanjutnya pihaknya memberikan pendampingan agar si korban lebih tegar dan kuat dalam menghadapi peristiwa tersebut. Pihaknya menjembatani proses pengasuhan bayi laki-laki hasil hubungan terlarang itu nantinya.

“Soal pengasuhan bayi itu nantinya, menurut kami seharusnya dirembug dalam keluargaan, baik keluarga korban atau pun keluarga pelaku, wong bagaimana pun juga itu juga anak si pelaku. Kami juga berharap, pihak berwajib memberikan hukuman yang setimpal,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge