0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Solo Takkan Mampu Genjot Produksi Padi, Ini Alasannya

Petani membawa hasil panen padi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Jika dibandingkan dengan kawasan lain, produksi padi di Kota Solo akan tetap jauh tertinggal. Pasalnya, Kota Solo bukanlah salah sebagai lumbung padi melainkan sebagai kota bisnis dan ekonomi.

“Penanaman padi di Kota Solo terkendala dengan ketersediaan lahan. Lahan yang ada saat ini dioptimalkan, untuk mendapatkan panen demi ketersediaan pangan masyarakat,” kata Dandim 0735/ Surakarta Letkol Inf Ali Akhwan kepada wartawan, Rabu (7/2) pagi.

Pihaknya mengaku, ketersediaan lahan tanam padi di Kota Solo sekitar 82 hektar. Jumlah tersebut, makin tahun mengalami penurunan. Parahnya lagi, petani penggarap lahan padi juga bukanlah dari warga Solo melainkan dari Kawasan sekitar seperti Boyolali dan Sukoharjo. Artinya, untuk mendongkrak ketersediaan pangan di Kota Solo akan sangat susah.

“Kami tengah berupaya untuk melakukan pendekatan supaya lahan tidur yang tidak terpakai milik instansi dapak digunakan sebagai lahan tanam. Dengan begitu, dapat meningkatkan produksi padi yang dihasilkan,” jelas Dandim.

Selain melakukan upaya penambahan lahan bagi para petani, Dandim juga mengaku pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap para petani. Supaya, hasil yang didapatkan lebih berkualitas dengan bobot yang lebih banyak.

“Kita manfaatkan betul-betul lahan yang terbatas ini. Dengan lahan terbatas ini, bagaimana cara mendapatkan hasil optimal,” kata Dandim.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge