0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

2018, Perekonomian Soloraya Diproyeksi Tumbuh

BI Solo saat menggelar jumpa pers (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Perkembangan perekonomian di wilayah Soloraya pada periode 2018 diproyeksi lebih baik dari tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi beberapa hal, diantaranya adalah perekonomian nasional dan global yang semakin membaik serta dampak positif dari adanya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah.

“Dari survei yang kita lakukan kepada sejumlah pelaku industri, mereka banyak yang optimis pertumbuhan bisnis pada tahun ini jauh lebih baik,” ujar Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo M Taufik Amrozi kepada wartawan,  Selasa (6/2).

Dicontohkan, dari kunjungan yang dilakukan BI belum lama ini, dikatakan pada Januari 2018 sejumlah induatri itu sudah banyak pemesanan yang masuk. Hal itu,  berbeda dengan kondisi diperiode sebelumnya. Dimana karena kondisi ekonomi yang kurang stabil membuat permintaan barang berkurang.

“Kalau tahun lalu low seasonnya lebih terasa, karena memang pengaruh dari gejolak ekonomi global sehingga banyak yang wait and see. Tapi kalau sekarang sepertinya sudah banyak peningkatan,” jelasnya

Kendati tidak menyebut proyeksi angka pertumbuhan ekonomi, Taufik menyampaikan, sektor ekonomi di wilayah Soloraya lebih banyak ditopang dari empat sektor. Diantaranya adalah perdagangan besar dan eceran,  pertanian dan industri pengolahan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Solo-Ngawi, David W menyampaikan, pembangunan jalur tol Solo-Kertosono sudah masuk ditahap akhir. Dengan adanya jalur tol tersebut,  dipastikan akan mendorong perekonomian daerah sekitar termasuk Soloraya.

“Dengan jalur transportasi yang memadai tentu akses menjadi lebih mudah. Sehingga kita yakin dengan adanya infrastruktur itu akan turut memberi dampak positif kepada perekonomian Soloraya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge