0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pertumbuhan Bisnis Umroh Diproyeksi Turun, Ini Alasannya

Ketua Perpuhi, Her Suprabu (kanan) (timlo.net/setyo pujis)

Solo — Maraknya kasus penipuan umroh yang kerap terjadi belakangan ini dianggap turut memberi dampak negatif terhadap pertumbuhan bisnis biro perjalanan. Pasalnya, akibat dari adanya kasus penipuan itu menyebabkan masyarakat banyak yang melakukan wait and see untuk melakukan ibadah ke tanah suci.

“Awalnya kita memproyeksikan pertumbuhan bisnis umroh sekitar 25 persen untuk tahun ini. Tapi setelah maraknya kasus penipuan itu, kita mengkoreksi target sekitar 10 persen,” ujar Ketua Perpuhi, Her Suprabu kepada wartawan, Senin (5/2).

Kasus penipuan berkedok umroh itu, lanjut dia, tidak hanya menyebabkan masyarakat lebih selektif dalam memilih biro perjalanan. Tapi juga tak jarang yang memilih untuk menunda atau wait and see.

Her menyampaikan, selama ini masyarakat masih cukup sensitif terhadap persoalan harga. Sehingga ketika ada biro perjalanan yang menawarkan harga lebih rendah, langsung memiliki banyak peminat.

“Dari sisi bisnis memang cukup terpengaruh, tapi sisi positif lainnya masyarakat bisa lebih kritis. Bahkan karena adanya kasus itu kita juga tak sedikit mendapat limpahan jamaah yang gagal berangkat,” terangnya.

Menyikapi kondisi itu, Perpuhi sebagai organisasi yang fokus utamanya bergerak dibidang pemberangkatan umroh dan haji terus berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat. Termasuk dalam waktu dekat juga akan menggelar pameran biro perjalanan di Gor Asalam.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge