0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tolak Undangan PT RUM, Ini yang Dilakukan Warga

Aksi warga terdampak limbah bau PT RUM (timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Warga desa di sekitar PT Rayon Utama Makmur (RUM) menolak menghadiri undangan peringatan Haul pendiri pabrik Sritex. Sejumlah fasilitas angkutan berupa kereta kelinci yang disediakan pihak panitia terpaksa kembali karena tidak direspon warga.

“Kita memang mendapat undangan untuk menghadiri peringatan Haul Pak Lukminto di PT RUM hari ini. Namun dari awal kita tetap tidak ada niatan untuk datang, karena bagi kami masih ada permasalahan bau yang belum terselesaikan,” kata salah satu perwakilan warga, Ari Suwarno, Minggu (4/2).

Di Desa Plesan yang berdekatan dengan lokasi pabrik, terlihat dua unit kereta kelinci yang disiapkan panitia kembali tanpa membawa penumpang satu orang pun. Kondisi yang sama juga terjadi di hampir seluruh desa di seputaran lokasi pabrik serat rayon yang saat ini tengah berkonflik dengan warga terkiat limbah bau.

Selain menolak untuk menghadiri acara Haul ke empat pendiri PT Sritex, almarhum Lukminto, warga juga melakukan aksi tutup mulut di posko Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL). Sejumlah warga dan mahasiswa yang ikut mengawal kasus limbah bau PT RUM melakukan aksi menutup mulut dengan masker dan memasang poster tanda protes atas limbah bau yang menimpa warga.

“Ini bentuk protes dari warga terdampak limbah bau dari PT RUM yang terjadi selama ini. Dan saat ini kami masih menunggu realisasi dari kesepakatan usai demo yang kita lakukan di Kantor DPRD Sukoharjo akhir bulan Januari yang lalu,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge