0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tim Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Toko Grosir

Ilustrasi penggerebekan terduga teroris (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Dua terduga teroris ditangkap tim gabungan dari Densus 88 dan Polres Temanggung. Penggerebekan tersebut dilakukan Kamis (1/2), sekira pukul 08.30 WIB di Toko Aneka Grosir yang beralamat di Jalan Raya Secang-Temanggung, Dusung Bengkal Kidul, Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agus Triatmaja membenarkan adanya penggerebekan tersebut. “Benar telah terjadi penangkapan terhadap terduga teroris di wilayah Temanggung,” jelasnya. Penangkapan dilakukan oleh Densus 88 dibantu anggota Polres Temanggung.

Terduga teroris tersebut berinisial AN (30) asal Banjarnegara dan ZA (38) asal Temanggung. Lokasi penggerebekan tersebut dikontrak AN selama satu tahun dan dipergunakan untuk usaha aneka grosir. Rumah tersebut saat ini baru dikontrak selama tiga bulan.

“Saat ini kedua terduga sedang dalam pemeriksaan. Nanti informasi lengkap segera disampaikan,” imbuhnya.

Selain dua terduga teroris, dalam penggerebekan tersebut barang bukti yang diamankan Densus 88 di antaranya uang tunai, aneka buku, flashdisk, dompet, ATM, dan identitas diri.

Sementara Karopenmas Divhumas Mabes Polr, Brigjen Pol Mohammad Iqbal lebih rinci menjelaskan, dari penangkapan yang terjadi terdapat tiga orang diamankan.

Terduga teroris ditangkap di toko aneka grosir sepatu. Dari hasil penangkapan tersebut, diketahui ketiga yang ditangkap bernama Waluyo alias Ageng asal Tegal, Lukman alias Toro asal Tegal dan Zaenal asal Bengkal, Temanggung.

“Untuk saksi yang sudah diperiksa ada tiga orang yaitu Rohman Gunadi, Sekretaris Bengkal, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah, Ishrofi Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Bengkal, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah dan Slamet Sugiyarto, Ketua RW 05 Bengkal, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah,” ujarnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua buah handphone, enam buah flashdisk, satu buah dompet hitam, satu buah buku panduan, satu buah buku Penjelasan Pembatalan Keislaman, dua buah majalah arroyan, satu buah buku dzikir pagi dan petang, uang tunai Rp 28.289.000 dan dua buah ATM Mandiri.

“Saat ini barang bukti diamankan di Mapolres Temanggung, sedangkan para pelaku masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Tim Densus 88 Antiteror,” tandas Iqbal. [rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge