0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Menteri Perdagangan Jawab Kekecewaan Jokowi

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menjawab kekecewaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap capaian ekspor Indonesia pada 2017 yang dirasa kurang. Tercatat, nilai ekspor Indonesia pada tahun kemarin hanya USD 145 miliar.

Enggartiasto Lukita mengatakan, dinamika perdagangan luar negeri cenderung proteksionis sehingga menjadi sulit untuk melakukan negosiasi ekspor. Selain itu, negara-negara tujuan ekspor RI tersebut mengalihkan impor mereka dari negara yang sudah bebas bea.

“Vietnam begitu agresif Malaysia begitu luar biasa dengan Thailand dan sekarang nyusul Kamboja itu mereka membuka diri. Sedangkan kita sudah hampir 10 tahun baru satu Chili, kendala ini lah yang harus kita tembus,” kata Mendag Enggar di Hotel Borobudur, Rabu (31/1).

Lanjutnya, meski kalah dengan negara lain namun Kemendag tetap yakin bahwa di tahun ini bakal ada perjanjian multilateral yang bisa diselesaikan.

“Selain itu kita tidak boleh egois hanya mau ekspor, tapi tidak mau impor. Kalau dagangan ada keduanya,” ucapnya.

Kunci keberhasilan peningkatan ekspor adalah pada saat tandatangan perjanjian, karena kalau tidak, negara itu akan lari ke produk negara yang lebih murah. Indonesia sendiri sudah hampir 10 tahun tidak ada perjanjian perdagangan.

Untuk itu Presiden Jokowi memerintahkan membuka pasar baru dengan berbagai perjanjian-perjanjian perdagangan, seperti Free Trade Agreements (FTA) agar meningkatkan ekspor Indonesia.

“Ini yang harus kita kejar, kalau bisa kita kejar di 2018 baru bisa kita nikmati di 2019. Untuk itu dengan beberapa negara, Pakistan kita akan tingkatkan jadi FTA, tapi bertahap dulu seperti Chili. Kalau tidak lama lagi,” tandasnya.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge